Site icon Berita Kota Makassar

SKTB Gowa Raih Exellence Service dan Pengakuan Nasional

GOWA, BKM — Kalimat Gowa untuk Indonesia ternyata tak salah. Terbukti produk pendidikan yang dirancang didapur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa pasca-dicanangkan Ichsan Yasin Limpo, mantan Bupati Gowa dua periode itu, kini telah mendapatkan pengakuan secara nasional exellence service atau layanan terbaik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Kemendikbud bahkan telah mengundang Pemkab Gowa melalui Dinas Pendidikan Gowa untuk membahas tentang Gowa Kabupaten Pendidikan. Dan yang menjadi fokus bahasan di antaranya adalah SKTB (Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan) itu.
”Iya benar Gowa telah diundang untuk itu. Saya sendiri yang datang ke kementerian dan berbicara tentang Gowa Kabupaten Pendidikan. Di antara yang saya bahas adalah SKTB. Perlu diketahui, sebelumnya SKTB telah mendapatkan exellence service. Ini adalah salah satu bentuk pengakuan pusat atas program cetusan Pemkab Gowa soal pendidikan,” kata Kadis Pendidikan Gowa, Dr Salam, Minggu (15/4).
Kepada Berita Kota Makassar, Dr Salam juga mengatakan, atasnama Pemkab Gowa, pada bulan Maret lalu dinas pendidikan juga diundang Universitas Surya untuk berbicara khusus tentang inovasi pendidikan di Gowa ini. Sekarang orang Gowa patutlah berbangga. Sebab SKTB kini sudah jadi percontohan pendidikan secara nasional.
”Iya. Kita patut berbangga, karena gagasan ide SKTB dan inovasi pendidikan lainnya yang lahir di Gowa kini menjadi percontohan pendidikan secara nasional. Ini sebuah fakta yang bukan dikarang-karang. Dalam waktu dekat ini, saya atasnama Pemerintah Kabupaten Gowa juga diundang Barito Kalimantan Selatan untuk berbicara tentang inovasi pendidikan Kabupaten Gowa,” kata Dr Salam.
Terpisah, Kepala SMPN 3 Sungguminasa, yang juga Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Fajar Ma’ruf yang dimintai komentarnya, mengatakan, sistem pedidikan yang tengah berjalan di Kabupaten Gowa sudah berjalan baik dan harus didukung semua pihak.
”Sistem pendidikan kita di Gowa ini sesungguhnya adalah pembangunan manusia seutuhnya. Jadi program SKTB ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menguasai semua kompetensi sebagaimana yang dinyatakan dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar serta perumusan dalam nilai kompetensi kelas minimal,” kata Fajar Ma’ruf.
Selain itu, SKTB ini juga memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal pada anak didik dalam suasana pendidikan yang kondusif. Sehingga peserta didik dapat belajar secara optimal dalam suasana belajar yang menyenangkan dan dapat menuntaskan pencapaian kompetensi pada seluruh mata pelajaran di setiap kurikulum satuan pendidikan.
”Jadi kalau ada yang mengatakan program SKTB itu membuat murid atau siswa tidak pandai, itu salah. Katanya ada siswa SMP di Gowa yang belum lancar membaca, saya rasa itu keliru karena SKTB ini justru mampu mendeteksi secara dini setiap siswa, apakah mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam hal membaca. Jadi SKTB ini adalah model pembelajaran yang sangat dibutuhkan,” kata Fajar Ma’ruf.
Fajar pun menilai, jika ada siswa di Gowa ditemukan tidak lancar membaca, kemungkinan siswa yang dimaksud adalah siswa Inklusif atau tergolong anak yang berkebutuhan khusus yang seharusnya bersekolah di sekolah luar biasa (SLB).
”Tidak masuk akal kalau ada siswa ditingkat SMP yang belum lancar, apalagi tidak tahu membaca. Jika ada yang berkata demikian, berarti bisa ditebak hanya sebuah tendensi,” nilai Fajar. (sar/mir)

Exit mobile version