TAKALAR, BKM–Komisi II DPRD Takalar melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Ketua FIK-KSM, Nurlinda Taco, sebagai pihak penyalur bantuan 40 ekos sapi. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) tersebut, Ketua Komisi II, Sulaiman Rate yang juga sebagai Ketua Fraksi PKS berang lantaran pihak FIK – KSM tidak dapat memperlihatkan bukti atas matinya tujuh ekor sapi di Desa Patani, Kecamatan Mappakasunggu.
” Ada kejanggalan atas bantuan sapi ini, tujuh ekor yang dinyatakan mati tidak dapat dibuktikan, dimana kuburannya, apa penyebab kematian sapi sapi tersebut, apakah mati karena penyakit ataukah sapi mati karena dipotong,” Kata Sulaiman Rate, berang, Rabu (18/4).
Hal senada diungkapkan anggota Komisi II lainnya. Mereka meminta agar persoalan pengadaan sapi yang telah dilaporkan ke aparat hukum untuk segera diusut tuntas sebagai upaya membantu 22 program Bupati dan Wakil Bupati Takalar.
“Pendistribusian 35 ekor sapi di Mappakasunggu memang sarat konspirasi yang bermuara pada penyalahgunaan anggaran. Wajar kalau hukum menyelidiki kasus ini. Sangat disayangkan karena pengelola sapi juga tidak tidak berkoordinasi dengan tim teknis di kabupaten,” Kata Makmur Mustakim, anggota Komisi II dari PPP..
Berdasarkan hasil RDP, hingga saat ini sapi yang sebelumnya berjumlah 35 ekor di Desa Patani, Kecamatan Mappakasunggu, kini sapi tersisa 24 ekor di bawah pendampingan Ahmad Jaiz.(ari Irawan)
