MAKASSAR, BKM– Mengantisipasi lonjakan harga jelang Ramadan, Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Makassar, Jumat (20/4).
Dari hasil sidak di Pasar Pabaengbaeng, ditemukan adanya kenaikan harga beberapa bahan pokok strategis dan bahan dapur lainnya. Khusus untuk komoditas beras terdapat kenaikan harga diatas harga eceran tertinggi. Meski demikian stok dan pasokan dipastikan aman menyusul masuknya musim panen dibeberapa daerah.
“Untuk harga beras medium rata-rata 8.800 per kg sampai 9.600 per kg. Sedikit melebihi HET. Untuk beras premium 11.000 per kg tapi pasokannya aman karena sudah masuk musim panen,” tutur Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Sulsel, Gemala Faoza.
Diketahui harga HET beras Sulsel sebesar Rp9.450 untuk jenis medium dan Rp12.850 premium.
Komoditas lainnya yang mengalami lonjakan sangat signifikan yakni komoditas cabai dan bawang merah.
“Harga cabe dipasar Rp35 ribu per kg atau naik tiga ribu dari harga acuan Rp32 ribu per kg. Sementara bawang merah sangat naik sekali, dari harga Rp10 ribu per kg naik menjadi Rp35 hingga 40 ribu rupiah per kg,” papar Gemala.
Minimnya pasokan dari daerah pemasok menjadi alasan para pedagang untuk menaikkan harga pada dua jenis bahan pokok ini.
Untuk mengantisipasi makin melonjaknya harga bahan pokok jelang ramadhan, pemprov sulsel telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan upaya penganggulangan.
“Mulai senin kemarin sudah dilaksanakan gerakan stabilisasi harga pangan oleh bulog dan skpd terkait. Dinas perdagangan akan melaksanakan pasar murah dengan melibatkan semua lini, termasuk distributor produsen retail secara kontinyu sampai menjelang lebaran,” tutur Gemala.
Langkah lainnya juga akan dilakukakan penetrasi langsung ke pasar – pasar rakyat untuk menstabilkan harga, utamanya untuk komoditi yang rawan mengalami lonjakan setiap Ramadan dan Idul Fitri.
Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, juga menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat Sulsel jelang Ramadhan. Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir.
Ada beberapa alasan yang disampaikan oleh Soni. Pertama, pengendalian harga dilakukan oleh pemerintah dengan berbagai cara. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan rapat pengendalian harga. Operasi pasar akan dilakukan, jika harga naik.
“Ada instrumen namanya operasi pasar. Gula naik operasi pasar, telur naik operasi pasar, cabe naik operasi pasar. Jadi tidak usah khawatir,” kata Soni, beberapa waktu lalu.
Selanjutnya akan melakukan pengecekan stok yang ada. Bahkan, rencananya akan dibuka pasar pangan.
“Saya kira, saya tidak khawatir soal harga apalagi pengendaliannya. Persoalannya sederhana, karena daerah ini adalah daerah surplus dari semua aspek,” terangnya. (rhm)
