MENJADI seorang penjabat (pj) bupati sekaligus kepala dinas bukan perkara mudah. Apalagi jarak antara tempat tugas yang satu dengan lainnya terpisah ratusan kilometer. Butuh tenaga dan pemikiran ekstra agar dua tugas yang diemban bisa berjalan baik dan sukses. Untuk itu, Andi Bakti Haruni punya trik-trik khusus.
Laporan: Rahmawati Amri
ANDI BAKTI mengaku sangat terbantu dengan kehadiran gawai ponsel. Dari benda mungil itu, dia bisa mengendalikan tugas sekaligus berkoordinasi dengan semua staf dan pegawainya.
Melalui grup Whatsapp (WA), Andi Bakti seolah berada di dua tempat sekaligus. Di Bone sebagai penjabat bupati, dan di Makassar sebagai kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sulsel.
“Kecuali untuk tugas yang sangat mendesak, yang membutuhkan kehadiran saya, tentu saya harus standby di lokasi yang dimaksud, ” jelas Andi Bakti di sela-sela kesibukannya melayani tamu usai dilantik sebagai Penjabat Bupati Bone, Kamis (19/4).
Andi Bakti dikenal sebagai sosok yang ramah. Bukan hanya di lingkungan kerja, namun juga di kompleks perumahan tempatnya tinggal. Jika ada waktu senggang, khususnya malam di akhir pekan, Andi Bakti bersama bapak-bapak di kompleks berkumpul melakukan pertandingan domino. Dia juga tak segan ikut ronda jika memang dibutuhkan.
Bahkan, saking dekatnya dengan tetangga, saat pelantikannya sebagai penjabat bupati, cukup banyak yang datang untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut. Dan di tengah kesibukannya menjamu orang nomor satu di Sulsel Soni Sumarsono, dia sempat berpesan kepada anaknya, Andi Wirya Bakti agar melayani tetangganya yang datang jauh-jauh dari Makassar demi melihat dirinya dilantik.
Di tengah kerjanya yang sangat padat, Andi Bakti menyadari jika quality time atau waktu berkualitas untuk keluarga jadi berkurang. Itu menjadi bagian dari risiko yang harus terjadi dalam memikul tanggung jawab.
Namun, lagi-lagi handphone jadi penyelamat untuk bisa terus berkomunikasi dengan keluarga di Makassar saat dia harus berada di Bone. Khususnya kepada putri bungsunya, Andi Tasya yang saat ini beranjak remaja.
Menurut putra sulungnya Andi Wirya Mandala Bakti, ayahnya sosok yang disiplin dan tegas dalam membentuk karakternya sebagai lelaki yang mandiri. Namun bisa menjadi sosok lembut bagi sang putri.
Suami Andi Rahmi ini selalu menekankan agar anak lelakinya tumbuh menjadi seorang pria mandiri dan bertanggung jawab.
“Jika saya mendapat persoalan misalnya, bapak pasti akan memberi saya ruang untuk menyelesaikannya sendiri. Nanti kalau mentok, barulah beliau turun tangan,” kata Andi Wirya.
Jika pekerjaan tidak terlalu padat, Andi Bakti berusaha untuk menghabiskan weekend dengan keluarga.
Di lingkup dinas yang dipimpinnya, Andi Bakti dikenal sebagai sosok pejabat yang tegas dan disiplin yang setiap saat mengontrol bawahannya. Walaupun berada di Bone, kebiasaan itu tetap dilakukan. (*/rus)
