LUWU, BKM — Dalam rangka menyambut Hari Jadi Luwu Ke-15, Tahun 2018 dan memperingati Hari Bumi 2018, Forum Pemerhati Kompleks Danau Malili (FPKDM) Luwu Timur menggelar Festival Kompleks Danau Malili 2018 yang akan berlangsung selama 3 hari, tanggal 29 April sampai 1 Mei 2018.
Festival ini dimulai dengan aksi bersih selama tiga hari di lokasi Danau Purba yang dilakukan secara serentak dan bersamaan di tiga danau yakni Danau Matano, Mahalona, dan Danau Towuti.
Target peserta yang akan terlibat pada aksi bersih danau ini sebanyak 150 orang, hal ini untuk menggugah kepedulian masyarakat umum terhadap pentingnya tiga danau purba yang ada di Kabupaten Luwu Timur dimana angka ‘15’ dijadikan simbol peringatan hari jadi Kabupaten Luwu Timur yang ke 15.
Selain aksi bersih tiga danau, sejumlah rangkaian kegiatan dalam rangka Festival Kompleks Danau Malili 2018 yakni aksi penanaman 150 Pohon, Lomba Foto Selfie/Wefie Danau, Pameran Foto dan Coaching Foto Lingkungan/Keanekaragaman Hayati, Diskusi Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), Cicip Kopi Gratis 150 gelas, Panggung Seni Penyelamatan Danau, dan Sarasehan Membangun Aksi Bersama Perlindungan Danau dan Keanekaragaman Hayati.
Ketua Forum Pemerhati Kompleks Danau Malili (FKDM) Kabupaten Luwu Timur, Ir. H Zainuddin, M.Si. mengatakan tujuan dari festival ini adalah untuk meningkatkan partisipasi publik terhadap penyelamatan Daerah Tangkapan Air (DTA) Kompleks Danau Malili.
Penyelamatan Danau dan Keanekaragaman Hayatinya, melalui berbagai cara edukasi atau sifatnya penyadaran.
“Ini untuk menggugah kepedulian semua pihak terhadap perlindungan ekosistem kompleks danau Malili, dan diintegrasikan kedalam peringatan Hari Bumi dan Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur Ke-15 Tahun 2018,” tutur Zainuddin.
Pelaksanaan Festival Kompleks Danau Malili 2018 bekerjasama dengan Forum Pemerhati Kompleks Danau Malili (FPKDM) dan Perkumpulan Wallacea, di dukung oleh Forum Komunikasi kehutanan Masyarakat (FKKM), Burung Indonesia, Critical Ecosistem Partnership Fund (CEPF), Pemkab Luwu Timur, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan.
Peserta yang akan ikut berpartisipasi, mulai dari forum desa dan pemdes di sekitar danau, sekolah, instansi terkait baik kabupaten sampai pusat, kelompok usaha kecil, kelompok seni, kelompok fotografi, kelompok pencinta alam, perguruan tinggi, pemerhati lingkungan di lokal hingga nasional, dan media.
Sementara itu, Efendy Abdulrahman Wahid dari Perkumpulan Wallacea menyampaikan, perlunya melakukan edukasi kepada publik terhadap potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki Bumi Batara Guru ini karena menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan(flora) dan hewan (fauna) baik di darat maupun di 3 danau besar yang masuk dalam Kompleks Danau Malili.
“Sehingga memposisikan Kabupaten Luwu Timur menjadi daerah yang sangat diperhitungkan dunia international dan menjadi penentu dalam hal perlindungan keanekaragaman hayati di Kawasan Wallacea atau yang dikenal Garis Bioregion Wallacea” ujarnya
Untuk di ketahui Danau-danau di Kompleks Danau Malili memiliki keunikan tersendiri, yaitu yang terdiri dari tiga danau besar dan dua danau kecil yang saling berhubungan yang termasuk danau purba di Indonesia.
Belum lagi, betapa besar kontribusi air dari tiva danau dalam menopang kehidupan masyarakat di Luwu Timur, termasuk menyuplai sumber pembangkit listrik bagi PT Vale.
(irwan musa)
