MAKASSAR, BKM–Komunitas warga Ammanagappa Makassar yang tergabung dalam Communitas Ammanagappa (Comaga) merayakan reuni emasnya di Makassar, Sabtu-Minggu (21-22/4). Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara itu. Salah satunya adalah Komisaris Jenderal (purn) Gories Mere.
Gories adalah purnawirawan perwira Polri. Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Detasemen Antiteror ini tampil memberi sambutan sekaligus motivasi kepada anggota Comaga. Gories menyebut Comaga merupakan salah satu komunitas warga yang tetap membangun silaturahmi sekalipun anggotanya berdomisili di kota berbeda.
Reuni emas Comaga dilakukan dengan beberapa kegiatan. Dimulai dengan ramah tamah Sabtu (21/4) malam di Jalan Monginsidi lalu dilanjutkan dengan jalan santai Minggu, 22 April. Reuni kemudian dilanjutkan dengan gathering dan makan siang bersama di Tanjung Bayang.
Pengurus Comaga, Jufri Nada mengatakan reuni ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan komunitas ini. Reuni tahun ini lebih spesial karena dihadiri langsung beberapa tokoh penting. Karenanya ia menyampaikan terima kasih kepada Gories Mere dan tokoh-tokoh lainnya yang hadir di acara ini.
Comaga adalah komunitas warga Makassar di Jln Amanagappa yang dibentuk pada era 1960-an ini menggelar reuni emas. Salah satu pendiri yang kemudian menjadi ketua adalah Natsir Madjid. Sejak berdiri, markas besar COMAGA berpusat di Amanagappa 7 yang sehari-hari dihuni oleh keluarga besar Madjid.
Lokasinya strategis, mabesnya berhadapan SHDN (Sekolah Hakim & Djaksa Negeri). Sekolah pernah berjaya di masanya. Bahkan salah seorang alumni terbaiknya pernah menjabat Ketua Mahkamah Agung. Dia adalah Harifin Tumpa. Ada beberapa nama warga nama amanagappa yang kita kenal baik yang menjadi tokoh di Sulsel juga nasioanal seperti Andi Baso Amir, Abdul Madjid dg Marola dan Komjen Pol (purn) Gories Mere, perwira tinggi polri, terkenal sebagai perintis Detasemen Khusus 88 (Anti Teror) Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Selain SHDN, mabes ini juga bertetangga Asrama Pilisi Militer, SPG(Sekolah Pendidikan Guru) yang kepala sekolahnya ketika itu dijabat oleh Drs.Setianegara Kouwagam (alm).
Lalu pada dekade 1970 an terbentuk lagi kelompok remaja “TROTOAR”. Ini adalah group drama yang di restui oleh Dewan kesenian Makassar. Berikutnya di sini jadi pusat voli pula oleh Amir Buloto Alm didukung Kol.CPM Syamsu, Fkppi oleh Syahrul Yasin limpo dll. (pap)
Gories Mere Hadiri Reuni Emas Comaga
