Site icon Berita Kota Makassar

Pernah Ditertibkan Satpol PP

UNTUK menikmati segarnya minuman es tebu buatan Sudirman di Jalan Ujung Pandang, tidak harus merogoh kocek yang banyak, cukup membayar Rp6.000 sudah dapat menikmati manis dan segarnya es tebu murni.

Laporan: ARIF QADRY

Sudah lima tahun, pria kelahiran Ujung Pandang, 1 Desember 1980 serius menjalani bisnis minuman es tebu. Meski masih berjualan di tepi jalan, namun es tebu buatan Sudirman sudah banyak digemari mulai dari anak-anak sampai dewasa.
Sejak pukul 09:00 hingga pukul 17:00, gerobak motor Sudirman sudah parkir di tepi jalan. Tepat depan perguruan tinggi di Jalan Ujung Pandang. Pengendara sepeda motor, mobil, hingga pejalan kaki ngiler melihat isi gerobak motor Sudirman yang terparkir di tepi jalan diisi dengan tumpukan batang tebu di dekat mesin penggiling untuk memesan es tebu.
“Tiga batang tebu ukuran satu meter lebih bisa menghasilkan satu gelas es tebu manis yang telah berisi es batu. Dan harganya juga terjangkau cuma Rp6.000 per gelasnya. Tidak ada campuran pemanis alias murni air tebu dan dicampur sedikit es batu jadi banyak yang suka mulai anak-anak sampai orang dewasa. Pembeli juga melihat proses pembuatannya,” terangnya.
Omzet yang didapatkan dari jualan es tebu dicapai Sudirman rata-rata Rp300.000 per hari.
“Lumayan menguntungkan juga rata-rata bisa dapat Rp300 ribu per hari. Motor tiga roda yang saya pakai sekarang juga dari hasil jualan ji. Harus pandai-pandai simpan uang karena ini usaha yang tidak tahu kedepannya,” ucapnya.
Dukanya, kata Sudirman ke penulis, pernah sekali dikejar Satpol PP Makassar ketika penertiban. Untungnya pada saat itu, Sudirman hanya diberikan teguran untuk tidak lagi berjualan di Jalan Ujung Pandang. Tapi demi memenuhi kebutuhannya, sampai sekarang ia masih aktif berjualan setiap hari dari pagi sampai sore hari.
“Las panggil tetap saya terima. Kalau ada panggilan las saya hubungi istriku untuk jaga barang jualan. Lebih memguntungkan jualan es tebu dari las panggilan. Kalau las panggilan jarang ada masuk orderan, kalau jualan es tebu sudah pasti setiap hari ada laku. Tapi berapa banyaknya tidak bisa saya hitung karena kadang ramai kadang juga sepi,” tutupnya.Alasan ia menyenangi pekerjaannya karena orang-orang akan memiliki tubuh yang sehat dan segar setelah meminum es tebu ini.
Di balik rasa minuman es tebu yang manis dan sangat khas ternyata memiliki segudang manfaat. Minuman ini mengandung berbagai jenis bahan yang sangat alami dan bahkan kita tidak perlu menambahkan gula untuk mendapatkan rasa manis. Beberapa manfaatnya adalah meningkatkan pasokan energi tubuh, aman untuk penderita diabetes, melawan kanker, melawan dehidrasi, menurunkan resiko penyakit ginjal, mencegah penyakit infeksi lambung, mencegah kerusakan gigi, mengatasi masalah kesehatan kuku, menjaga kesehatan tubuh, dan juga menjaga kecantikan kulit.
Menurut Sudirman, ia memulai usahanya setelah terinspirasi dari bisnis es tebu. Situs youtube ternyata cukup berperan dalam menampilkan tayangan video secara luas ke masyarakat. Termasuk menyajikan video inspirasi bagi calon atau pemula membuka bisnis usaha baru.
Video berdurasi 4 menit 27 detik yang disaksikan bapak satu orang anak itu diupload oleh masyarakat asal Pulau Jawa. Dalam video tersebut memberikan informasi cara membuat es tebu dan alat-alat yang wajib disediakan.
Usai menyaksikan tayangan video berkali-kali, Sudirman tidak ingin menyianyiakan kesempatan tersebut. Peluang usaha jualan munuman es tebu yang ditangkap kemudian dijalankan dengan mulai jualan di Jalan Ujung Pandang, tidak jauh dari Fort Rotterdam Makassar.
Sepeda motor tuanya dimodifikasi jadi gerobak motor. Uang tabungan dari hasil kerja sebagai tukang las panggil digunakan sebagai modal selain buat gerobak di motor dari bahan fiber, juga modal membeli mesin penggiling dan bahan baku berupa batang tebu.
Tebu-tebu yang digiling diperoleh dari Kabupaten Maros. Tebu dengan kulit berwarna kuning serta hijau memang digunakan untuk pembuatan gula dan dibudidayakan oleh petani di Maros.
“Saya tahu ada petani tebu gula di Maros dari temanku yang memang tinggal di sana. Jadi awal bermitra dengan petani tebu di Maros, saya langsung datang di kebun itu untuk beli dan memilih langsung tebu-tebunya. Tetap ji didampingi dan ditanya bentuk tebu tebu yang baik dan tida baik,” sebutnya. (*)

Exit mobile version