MAKASSAR, BKM — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kepala SMA Negeri 10 Makassar memberikan penghargaan kepada tiga orang siswinya. Mereka dinilai merepresentasikan ‘Kartini’ zaman now, yang berjuang menuntut ilmu di tengah kendala serta keterbatasan.
Kepala SMAN 10 Dra Hj Husaifah,MSi menyerahkan apresiasi itu saat berlangsung upacara bendera di lapangan sekolah, Senin (23/4). Tiga siswi itu adalah Nurul Ikrida, Cindi dan Rini.
Menurut Husaifah, ketiga siswinya ini layak diganjar penghargaan dari sekolah. Sebab setiap harinya mereka rela berjalan kaki sejauh tiga kilometer demi pendidikan.
Ketiganya bermukim di salah satu kampung terpencil dalam wilayah Kota Makassar, yakni Romang Tangngayya. Akses ke sana sangat tidak layak dilalui kendaraan. Kondisi jalan yang berbatu bahkan tak bisa dilalui kendaraan bermotor. Apalagi jika turun hujan, lokasi ini pasti terendam air.
Akses dari rumah mereka ke SMAN 10 Makassar cukup jauh. Untuk mencapai sekolah, ketiga siswi ini harus menyusuri pematang sawah dengan berjalan kaki.
Cindi, salah satu dari tiga siswa itu membenarkan hal tersebut. Cindi mengatakan, biasanya kondisi yang lebih parah jika hujan turun. Dirinya harus menunggu perahu dulu yang akan lewat mengantarkan mereka ke jalanan yang tak terendam air, baru mereka melanjutkannya berjalan kaki.
“Iye, jalan kaki tiap hari. Kadang iya capek, tapi tidak apa-apaji. Demi sekolah. Kita terbiasami, karena dari SD kita memang sering jalan kaki. Sampai sekarang juga begitu,” kata Cindi yang diamini oleh Nurul dan Rini.
Sebagai kepsek, Hj Husaifah mengatakan dirinya sengaja memberikan apresiasi berupa uang tunai masing-masing Rp1 juta untuk ketiganya. Tujuannya untuk memotivasi siswa lainnya.
Dalam penilaian Husaifah, mereka bertiga saja ke sekolah harus berjalan kaki cukup jauh, namun tak pernah telat. Sedangkan siswa lain yang dekat rumahnya dan memiliki fasilitas kendaraan, biasanya malah terlambat datang
“Mereka bertiga ini berangkat dari rumahnya ke sekolah sejak subuh.
Dulu mereka sering telat. Sekarang Alhamdulillah sudah tidak lagi. Kecuali kalau seperti hari ini (kemarin), tadi malam kan hujan. Jadi di sekitar rumahnya itu banjir lagi. Mereka harus menunggu perahu. Itu perahu kan punyanya orang. Tadi perahu itu dipakai dulu sama orangnya. Dalam kondisi seperti itu biasanya mereka terlambat tiba di sekolah,” terang Husaifah.
Karenanya, menurut Husaifah, ketiganya pantas mendapat penghargaan dari sekolah. ”Mereka ini adalah ‘Kartini’ zaman now. Bisa menjadi motivasi bagi siswa lain,” tandasnya. (nug/rus/b)
Jalan Kaki 3 Km Demi Menuntut Ilmu
