Site icon Berita Kota Makassar

Aktivis Mahasiswa Desak Kemendagri Pecat Sekkab Mamasa

MAKASSAR, BKM — Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Aksi Solidaritas (GAS) Mamasa menggelar aksi ujuk rasa di Monumen Mandala Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (25/4/2018) siang.

Mereka mendesak Kemendagri untuk bertindak tegas, dan memecat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamasa, Sulawesi Barat, Benyamin YD, karna diduga terlibat dan manjadi anggota partai politik (PDIP) Mamuju.

Aksi solidaritas tersebut dilakukan oleh beberapa kelompok aktivis Mamasa yang berada di Kota Makassar, yakni Aliansi Perantau Mamasa, Front Mahasiswa Untuk Mamasa (FMUM), dan ALWAMA.

Korlap Aksi, Teguh Harianto Arruan Silomba mengatakan, Kemendagri dan Kemenpanri harus menindak tegas Sekkab Mamasa Benyamin YD yang terlibat langsung dan menjadi anggota parpol PDIP Mamuju.

Buktinya, Benyamin YD telah memiliki KTA PDIP Mamuju, dan mengikuti dengan aktif kegiatan politik di Kabupaten Mamasa sebelum mengundurkan diri sebagai ASN. Itu terlihat dengan baliho-baliho pencalonannya sebagai calon Bupati Mamasa, yang sampai hari ini belum dicabut walaupun pasangan calon bupati Mamasa sudah ditetapkan KPU Mamasa.

“Selain itu juga Pak Benyamin juga telah mengikuti pendidikan politik (Parpol) yang dibuktikan dengan absen hadir dan foto-foto pelatihan. Itu pelanggaran berat, makanya kami mendesak Kemendagri segera menindak tegas Sekkab Mamasa,” kata Teguh Harianto.

Dikatakannya, semua ASN khsusunya di kabupaten Mamasa harus netral. Tidak boleh ikut dan terlibat langsung dalam politik praktis.

“Sekali lagi kami minta, pihak Kemendagri betindak tegas dan memberhantikan Benyamin dari jabatannya sebagai Sekkab Mamasa,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa, jika pihak berwenang dalam hal ini Kemendagri tidak mengindahkan aspirasi masyarakat Mamasa, tentu akan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas dan profesionalisme Kemendagri dan Kemenpanri.

Selain itu, lanjut Teguh, ketidaktegasan Kemendagri juga melenyapkan efek jerah kepada para ASN, sehingga kedepan ASN akan mengulang ulang kesalahan yang sama, akibat Kemendagri dan Kemenpanri yang tidak tegas.

“Ketidaktegasan Kemendagri juga akan berdampak hilangnya kewibawaan ASN dimata masyarakat. Dan menelanjangi kewibawaan hukum dan aturan yang telah ditetapkan,” ujar Teguh dalam orasinya.

Aksi demo yang digelar di depan Monumen Mandala, Makassar berjalan tertib dan lancar dan dikawal beberapa aparat kepolisian.

Setelah berorasi selama 1 jam, puluhan aktivis mahasiswa Mamasa itu kemudian menuju jembatan Fly Over Jl AP Pettarani, Makassar. Di Fly Over mereka memasang beberapa spanduk yang menyerukan agar Kemendagri memecat Sekkab Mamasa Benyamin YD. (drw)

Exit mobile version