Site icon Berita Kota Makassar

Aktivis Mahasiswa Desak Kemendagri Pecat Sekkab Mamasa

MAKASSAR, BKM — Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Aksi Solidaritas (GAS) Mamasa menggelar ujukrasa di depan Monumen Mandala, Jalan Jend Sudirman Makassar, Rabu siang (25/4).
Mereka mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk bertindak tegas, dan memecat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Benyamin YD. Pasalnya, Benyamin diduga terlibat dan manjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mamuju.
Aksi tersebut dilakukan beberapa kelompok aktivis Mamasa yang berada di Kota Makassar, seperti Aliansi Perantau Mamasa, Front Mahasiswa Untuk Mamasa (FMUM), dan ALWAMA.
Korlap Aksi, Teguh Harianto Arruan Silomba, mengatakan, Kemendagri RI dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI harus menindak tegas Sekkab Mamasa, Benyamin YD yang terlibat langsung dan menjadi anggota Parpol PDIP Mamuju.
Buktinya, Benyamin YD telah memiliki KTA PDIP Mamuju dan mengikuti dengan aktif kegiatan politik di Kabupaten Mamasa sebelum mengundurkan diri sebagai ASN. Itu dibuktikan dengan baliho-baliho pencalonannya sebagai calon bupati Mamasa yang sampai hari ini belum dicabut walaupun pasangan calon bupati Mamasa sudah ditetapkan KPU Mamasa.
”Selain itu, pak Benyamin juga telah mengikuti pendidikan politik (Parpol) yang dibuktikan dengan absen kehadiran dan foto-foto pelatihan. Itu pelanggaran berat. Makanya, kami mendesak Kemendagri segera menindak tegas Sekkab Mamasa,” kata Teguh Harianto.
Dikatakan, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) khususunya di Kabupaten Mamasa harus netral. Tidak boleh ikut dan terlibat langsung dalam politik praktis. ”Sekali lagi kami minta, pihak Kemendagri betindak tegas dan memberhantikan Benyamin dari jabatannya sebagai Sekkab Mamasa,” tegasnya.
Ia menandaskan, jika pihak berwenang dalam hal ini Kemendagri tidak mengindahkan aspirasi masyarakat Mamasa, tentu akan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas dan profesionalisme Kemendagri dan Kemenpan RB.
Selain itu, lanjut Teguh, melenyapkan efek jera kepada para ASN. Sehingga ke depan, ASN akan mengulang-ulang kesalahan yang sama, akibat Kemendagri dan Kemenpan yang tidak tegas.
”Ketidaktegasan Kemendagri juga akan berdampak hilangnya kewibawaan ASN di mata masyarakat. Dan ini menelanjangi kewibawaan hukum dan aturan yang telah ditetapkan,” ujar Teguh dalam orasinya.
Aksi demo yang digelar di depan Monumen Mandala, Makassar berjalan tertib dan lancar dan dikawal beberapa aparat kepolisian. Setelah berorasi selama satu jam, puluhan aktivis mahasiswa Mamasa itu kemudian menuju jembatan flyover, Jalam Urip Sumohardjo, Makassar. Di flyover, mereka memasang beberapa spanduk yang menyerukan agar Kemendagri memecat Sekkab Mamasa Benyamin YD. (drw)

Exit mobile version