SALAH seorang siswa SMA Negeri Takalar Nur Ismi mengaku tertawa ketika mengetahui masih ada anak SMA di Kabupaten Gowa yang tidak bisa membaca. Hal itu diketahui ketika calon Gubernur Agus Arifin Nu’mang mengungkap temuan adanya siswa SMA di Gowa yang masih belum lancar membaca ketika debat kedua baru-baru ini. “Kenapa bisa? Mestinya kan dari kelas 2 SD sudah bisa semua membaca,” ujarnya Nur Ismi heran, Rabu (25/4).
Kata siswa kelas XII di SMAN Takalar ini, fenomena tersebut jauh berbeda dengan sekolahnya. Di Takalar, ia menyebut semua siswa SMA sudah lancar membaca.
“Kalau di sekolah saya, tidak ada lagi itu siswa yang tidak lancar membaca. Bagaimana mau terima pelajaran di sekolah, kalau membaca saja belum tahu,” bebernya.
Ia berharap agar kejadian tersebut tidak berlangsung dengan pembiaran. Kata Asmi, siswa perlu memperoleh sistem pembelajaran yang ideal sesuai dengan jenjang yang ditempuhnya.
Kondisi tersebut dinilai sebagai imbas dari pemberlakuan program Sistem Kelas Berkelanjutan (SKTB) yang diinginkan calon gubernur Ichsan Yasin Limpo .
“Saya juga mendapat laporan, jadi ada kelebihan dan kekurangan, termasuk laporan dari masyarakat bahwa masih ada proses dari SKTB ini ada oknum yah, siswa yang justru belum pandai membaca,” bebernya. (rif)
