LUWU TIMUR, BKM–Klaim dukungan terus terjadi. Kali ini Calon Gubernur Sulsel nomor urut 2, Agus Arifin Nu’mang mendapat dukungan dari Senimal latif ketika menyisir Kabupaten Luwu Timur untuk melakukan sosialisasi, Rabu (25/4).
Kedatangan Agus untuk bersilaturrahmi dengan Ketua Dewan Adat Mokole Wawainia Raha Mpu’u Matano, Opu H Umar Ranggo Makandiu didampingi salah seorang pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel, Muhammad Seniman Latif.
Ditanya alasannya sehingga mau mendampingi Agus, padahal partainya mendukung kandidat lain, Seniman Latif mengatakan, Agus merupakan satu-satunya cagub yang punya visi dakwah.
“Selain itu, Agus ini tokoh pejuang pesantren, pejuang anti korupsi, dan jujur,” kata Seniman Latif.
Ia juga menegaskan bahwa tujuannya pulang kampung tidak lain adalah untuk memenangkan pasangan Agus-Tanribali di Pilgub Sulsel 2018.
“Saya ini ring satunya pak Agus. Saya orang PKS, ikut membantu menyisir Luwu Raya. Saya ini asli Belawa, Wajo. Hanya saja selama ini bermukim di Jakarta. Tapi karena Agus-Tanribali, saya pulang kampung untuk ikut membantu memenangkan pasangan ini,” tutupnya.
Pernyataan Seniman Latif langsung mendapat tanggapan dari politisi PKS Sulsel Ariady Arsal. Ariady yang juga bendahara DPW PKS Sulsel menegaskan bila Seniman Latif bukan pendiri PKS. Menurut legislator PKS Sulsle dua periode ini sikap dari Seniman Latief mengindikasikan kuat, jika dirnya telah menyebarkan berita bohong ke masyarakat Sulsel.
Menurut Ariadi Arsal, Seniman Latif bukan merupakan kader, pengurus apalagi pendiri partai besutan Sohibul Iman tersebut.
“Bahwa yang bersangkutan (Seniman Latief) menjadi tim sukses Pak Agus adalah pilihan pribadi dan sudah tidak terkait sama sekali dengan sikap resmi PKS. Selain itu,
Seniman Latif tidak menjadi salah seorang pengurus PKS di berbagai jenjang kepengurusan baik tingkat ranting (desa/kelurahan), cabang (kecamatan), Daerah (kabupaten), wilayah (propinsi) apalagi di DPP. Jadi sama sekali bukan representasi partai,” sambung Ariadi di Makassar, Rabu (25/4).
Ariadi membeberkan, jika nama Seniman Latief tak pernah tercatat sebagai pendiri PKS, sebab kata Ariadi, nama pendiri PKS telah tercatat baku dalam dokumen resmi PKS.
“Yang bersangkutan bukanlah pendiri PKS, Pendiri PKS jelas tertulis nama2 nya dalam Dokumen resmi PKS,” jelasnya.
Ariadi mengakui bila Seniman Latief memang pernah menjadi anggota DPR RI dari fraksi PKS pada tahun 2004, namun 1 tahun setelahnya, Seniman Latief langsung di PAW-kan oleh Andi Rahmat.
“Kami perlu sampaikan bahwa yang bersangkutan bernama Seniman Latif, pernah menjadi Anggota DPR RI dari PKS tahun 2004, akan tetapi sudah di PAW oleh Bapak Andi Rahmat, tidak sampai 2 tahun sebagai anggota DPR RI,” tutup Ariadi. (rif)
