TAKALAR, BKM-Lantaran beras sejahtera (rastra) yang belum dibagikan kewarganya, Kades Aeng Batu Batu, Wahyuddin Mapparenta mengaku kembali diserang fitnah oleh sekelompok orang di Kecamatan Galesong Utara (Galut).
Fitnah yang dinilai hoax oleh Kades Wahyuddin Mapparenta, ketika dia bersama stakeholder Desa menggelar rapat musyawarah desa karena adanya warga prasejahtera yang tidak kebagian rastra lantaran tidak masuk dalam data sebagai penerima beras sejahtera.
“Saya dituding melakukan penimbunan beras sejahtera oleh sekelompok orang dan bagaimana rastra ditimbun sedangkan tumpukan karung rastra berada di teras rumah yang dilihat oleh warga, rastra belum kami bagikan karena menunggu data terbaru, soalnya banyak warga prasejahtera yang tidak kebagian manakal kami merunut pada data yang ada,” Kata Kades Aeng Batu Batu, Wahyuddin Mapparenta, Selasa (1/5).
Wahyuddin menjelaskan, proses penyaluran beras sejahtera terkemas apik menjadi fitnah terhadap dirinya selain karena memang belum dibagikan akibat data penerima yang tak efektif, Kades Wahyuddin Mapparenta menduga kuat rencana pendistribusian rastra telah dipolitisasi jelang momentum pilkades serentak.
” Nuansa fitnah memang telah berulang menimpa kami akhir akhir ini. Ini kan momentum pilkades sehingga banyak isu yang sengaja dihembuskan oleh segelintir orang, yang pasti setelah data penerima rastra tervalidasi dan diverifikasi rastra akan kami salurkan dengan gratis,” tegas Wahyuddin.
Sementara itu, Polres Takalar melalui Kepala unit (Kanit) Reskrim Tipikor Polres Takalar Ipda Hendrik Bachtera yang dikonfirmasi perihal isu penimbunan beras sejahtera mengatakan bahwa informasi penimbunan rastra di Desa Aeng Batu Batu itu tidak benar.
“Setelah kami cek langsung di lapangan terkait aduan adanya penimbunan rastra, Kami tidak menemukan indikasi itu, jumlah beras dan bobotnya tidak ada yang kurang, rastra belum dibagikan oleh Kades karena menunggu data terbarukan,” Urai Ipda Hendrik. (ari Irawan)
