Site icon Berita Kota Makassar

Di Padang Sappa, Ribuan Massa Tumpah Ruah di Kampanye Dialogis Pata-Emmy

LUWU, BKM — Lebih dari 5000 massa simpatisan pendukung calon Bupati Luwu Patahudding-Emmy Tallesang (Pata-Emmy) tumpah ruah, di kampanye dialogis perdana Patta-Emmy di Lapangan Padang Sappa, Ponrang, Rabu (2/5/2018).

Kampanye Dialogis Pata-Emmy itu dihadiri Ketua harian Partai Golkar Andi Muharir, Ketua Partai PAN Yani Mulake, Ketua Partai Gerindra Anton Yahya dan Ketua Partai Garuda Andi Baso Juli.

Selain para ketua partai prndukung, sejumlah tokoh masyarakat dari Ponrang, Bastem dan Walmas dan tokoh masyarakat Toraja terlihat hadir yakni Nasir Pairi asal Walmas, Ustadz Saharuddin (Walmas), Ibrahim (Walmas) H Nating (Ponrang), Rahmat Sajeri (Ponrang), Evi Pakulu (Bastem), Andi Pahri (Suli).

Ketua Tim Pemenangan Pata-Emmy, Sul Arrahman saat orasi di hadapan 5000 masa simpatisan Pata -Emmy menuturkan, pihaknya akan membuktikan mampu mendatangkan massa khusus di Ponrang.

Ia bahkan menantang Warga Ponrang apakah mampu memenangkan Pata-Emmy. “InsyaAllah jika Pata -Emmy di kehendakai Allah menang di pilkada Luwu silahkan masyarakat Ponrang menagih janji keduanya atas visi dan misi politiknya membangun Luwu lima tahun kedepan,” kata anggota DPRD Luwu dari Partai Golkar ini.

Sementara tokoh masyarakat Bastem dan Bastem Utara, EVi Pakulu membantah suara di Bastem dan Bastem Utara hanya di kuasai satu kubu, tapi suara Bastem dan Bastem Utara akan kami rebut untuk pasangan nomor 2

“Tidak benar suara bastem dan Bastem utara hanya ke satu kubu. Kubu Patta-Emmy pasti banyak, dan Insya Allah kami akan rebut untuk kemenangan Pata-Emmy, Insya Allah,” kata tokoh yang dikenal dengan tagline Dau Mageang ini di Luwu.

Saat orasi di hadapan simpatisannya di Padang Sappa, calon bupati Luwu Patahudding mengatakan, jika dirinya terpilih akan menggelontorkan pelayanan kesehatan berbasis KTP. Kalau Ia terpilih Bupati tak ada lagi BPJS, ada pula pelayanan berbasis rumah dimana jika ada warga sedang  sakit tinggal menelpon ke Puskesmas.

“Di daerah terpencil akan saya bangun Puskesmas plus tak perlu ke Belopa, jika sakitnya parah baru ke Belopa RSUD Batara Guru,” pungkas Patahudding.

Di Bidang pendidikan kata Pata, pihaknya akan menggolontarkan program gratis baju seragam dan sepatu dari SD, SMP dan SMA.

“Saya pastikan tak akan berdagang baju seragam. Pengadaan baju seragam sekolah akan di sebar ke penjahit lokal yang ada,” kata Patta.

Ia pula berjanji akan menghadirkan Pendidikan Tinggi Negeri (PTN) di Luwu. Tak perlu lagi anak kita yang akan kuliah harus di Makkasar.

“Kalau mengurus KTP tak perlu di Belopa cukup di kecamatan kita dekatkan pelayanan maksimal untuk masyarakat khususnya di Walmas termasuk di Bastem, Bastem Utara dan Latimojong,”ungkap Pata.

Di sektor Pertanian ada program kecamatan benih ada demplot benih tak perlu susaah untuk benih ada demplot benih yang luas sawahnya di setiap kecamatan.

“Soal bantuan hand traktor tak perlu lagi pake proposal cukukp kita data, yang lainnya jika harga benih turun pemerintah yang akan beli sesuai harga pasar kita berdayakan Perusda, di sektor nelayan kita akan bagikan kartu nelayan,” jelasnya.

“Soal raskin saya pastikan akan di distribusi bagi rakyat miskin dan saya perintahkan kepada tim srikandi di data memang rumah yang tak layak huni kita akan lakukan program bedah rumah termasuk bantuan bibit gratis pertanian dan perkebunan,” tandas Pata.

Sementara calon wakil bupati Emmy Tallesang mengaku di hadadapan ribuan warga Ponrang untuk membangun Luwu  yang maju mandiri dan berbudaya.

“Saya akan fokus total untuk pemberdayaan perempuan ada kelompok kita bentuk untuk memberi pelatihan dan bantuan modal usaha. Jika 100 orang ikut pelatihan paling tidak ada 20 sampai 50 orang jadi pengusaha perempuan guna peningkatan ekonomi pemberda dayaan masyarakat,” kata Emmy.

“Kita akan bangun koperasi berbasis rumah ibadah baik masjid maupun gereja. Ada pemberian peningkatan honor guru ngaji, guru minggu dan imam masjid termasuk imam desa. Yang jelas komitmen saya membantu pak Bupati Patahudding,” pungkasnya.

(irwan musa)

Exit mobile version