GOWA, BKM — Saat ini, masyarakat tidak hanya dituntut melek aksara tapi juga harus melek teknologi digital. Kehilangan gadget adalah tertinggi kedua pemicu kesedihan masyarakat setelah kehilangan anggota keluarga. Itu menandakan bahwa era teknologi kini telah menjadi kebutuhan pokok selain pangan.
Hal iti ditegaskan Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis saat membuka sosialisasi KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) di gedung Adijaya Jl Tumanurung, Sungguminasa, Kamis (3/4) siang.
Dalam sosialisasi yang diselenggarakan Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Gowa yang dihadiri para kelompok KIM masyarakat tersebut, Muchlis mengatakan saat ini masyarakat harus mendapatkan informasi yang benar. Karena itu dibutuhkan ketajaman daya dan minat baca.
“Kenapa, sebab jika masyarakat tidak memiliki daya baca dan minat baca maka kita tidak akan mungkin mendapatkan informasi yang baik. Sosialisasi KIM ini merupakan sesuatu yang telah eksis selama beberapa tahun dilakukan seiring dengan tranformasi kebudayaan yang ada,” jelas sekkab.
Muchlis pun menuturkan bahwa kelompok KIM ini nanti akan diatur agar jelas serta terkelola secara baik. “YAng palibg penting kelompok KIM yangvtersebar di tengah masyarakat harus menguasai empat C yakni Curiocity, Critikal Thinking, Collaborating, dan Creating.
Dijabarkan Muchlis, Curiocity artinya warga harus menciptakan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap informasi yang semakin berkembang. Critical Thinking, warga harus berpikir kritis terhadap informasi yang telah didapat agar berimbang dan tidak mudah menerima informasi yang tidak jelas. Collaborating, warga harus membangun kolaborasi atau kerjasama dengan orang lain untuk menggapai tujuan dan Creating, warga harus mampu menciptakan sesuatu yang baru sehingga lebih baik dari sebelumnya.
Konseptor Pemkab Gowa ini juga menyebutkan, hal ini bisa tercipta jika warga suka membaca dan menumbuhkan budaya literasi.
“Di Gowa budaya literasi sudah tinggi, hanya saja budaya literasi ini belum menjadi budaya yang merata di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Muchlis menegaskan inti dari KIM ini merupakan filter dalam rangka memahami informasi yang ada. Hal ini sangat penting untuk mengantisipasi suasana yang tidak kondusif karena persoalan informasi.
“Kelompok ini harus menjembatani dan mendidik masyarakat agar bisa memilih informasi secara berimbang,” katanya.
Sementara ditempat yang sama, Kadis Kominfo, Arifuddin Saeni didampingi ketua panitia pelaksana, Ruslan R mengatakan, kegiatan sosialisasi ini diharapkan bisa memberikan pemahaman tentang kelompok informasi masyarakat (KIM) dan kebijakan pemerintah kabupaten Gowa di bidang komunikasi publik serta memberikan motivasi kepada unsur perempuan untuk lebih kreatif dalam menerima informasi. (saribulan)
