Site icon Berita Kota Makassar

Kerukunan Perantau dan Mahasiswa Silaturrahmi dengan Keluarga Sekkab Mamasa

MAKASSAR, BKM — Keluarga besar Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamasa, Benyamin YD menggelar dialog dan tatap muka dengan kerukunan keluarga perantau Mamasa, pelajar dan mahasiswa Mamasa yang ada di Kota Makassar.

Kegiatan tersebut digelar di Warkop 77 Jalan Perintis Kemerdekaan Km 17, Makassar, Jumat (4/5/2018) malam.

Beberapa tokoh adat perwakilan keluarga Sekkab Benyamin YD hadir, diantaranya adalah Muspida Mandadung SE (Mantan Anggota DPRD Kabupaten Mamasa), dan Desirua SH, tokoh adat Mamasa dari Kecamatan Tandukalua.

Inisiator kegiatan Yuhamdi mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan acara silaturrahmi bisa, dengan keluarga kerukunan perantau Mamasa, dan adik-adik pelajar, dan mahasiswa yang ada di Kota Makassar.

“Ini hanya silaturahmi biasa. Diskusi diskusi ringan bersama kerukunan keluarga perantau Mamasa, pelajara dan mahasiswa yang ada di Makassar,” kata Yuhamdi.

“Ada sekitar 150 orang yang kita undang dalam acara ini. Mereka semua perwakilan perantau, pelajar dan mahasiswa Mamasa,” ujarnya.

Makarios Daeng Siola menambahkan, bahwa dialog dan tatap muka ini sebagai ajang meningkatkan silaturrahmi sesama warga masyarakat Mamasa yang ada di Kota Makassar.

“Kami juga sekaligus mengajak seluruh kerukunan keluarga perantau Mamasa, adik-adik pelajar dan mahasiswa agar tidak terjebak dan terprovokasi ulah oknum yang menebar issu dan berita hoax yang akan merusak dan memecah belah kerukunan warga masyarakat Mamasa,” kata Makarios.

Dikatakan Makarios, beberapa waktu lalu, ada segelintir warga yang mengatasnamakan perantau Mamasa dan sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi demo di Monumen Manada dan Fly Over, Makassar.

Mereka berunjuk rasa, mempertanyakan Sekkab Mamasa Benyamin YD yang terlibat langsung dalam politik praktis di Mamasa.

“Apa yang mereka lakukan itu tidak jelas, dan kuat dugaan ditunggangi oleh oknum-oknum yang merusak dan mencoreng nama besar keluarga Benyamin YD,” cetus Makarios.

“Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh warga perantau Mamasa khususnya mahasiswa agar menahan diri, dan tidak terpancing dengan provokator,” tandasnya. (drw)

Exit mobile version