MAKASSAR, BKM — Ketua Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) RRI Makassar, Rusdin Tompo menemui Kepala LPP RRI Makassar, Maladi Amin SH, di ruang kerjanya Jumat (4/5) sore.
Pertemuan itu berkaitan dengan rencana menghadiri Sinergitas FKP RRI di Sleman, Yogyakarta pada 7-9 Mei 2018 mendatang.
Dalam pertemuan itu, juga hadir Kabid Programa Siaran LPP RRI Makassar, Arwinny Puspita.
Kegiatan sinergitas tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Program dan Produksi LPP RRI. Salah satu tujuannya, yakni penguatan kelembagaan RRI untuk mendukung program-program siaran RRI.
Agenda lainnya adalah pemilihan Ketua FKP RRI Pusat, lalu dilanjutkan dengan penyusunan program kerja untuk lima tahun bagi pengurus baru.
Rusdin Tompo mengatakan, dirinya hendak mohon izin kepada Kepala LPP RRI Makassar sehubungan penyelenggaraan sinergitas di Yogyakarta tersebut.
Sementara Maladi Amin berpesan kepada Rusdin Tompo agar menyuarakan beberapa isu yang penting dan strategis bagi penguatan LPP RRI.
“Perlu dirumuskan bagaimana format lembaga penyiaran publik yang ideal,” imbuh Maladi Amin yang belum lama menduduki posisi sebagai Kepala LPP RRI Makassar.
RRI sejauh ini selalu menyebut dirinya sebagai rumah rakyat Indonesia. Sehingga, memang sudah semestinya menjadi ruang demokrasi bagi berbagai kelompok masyarakat, terutama yang terpinggirkan. Termasuk masyarakat yang berada di pulau-pulau terluar dan terdepan, yang justru bersinggungan dengan negara tetangga.
Program-program siaran RRI mesti difokuskan untuk siaran-siaran yang punya dimensi layanan publik yang luas dan berpihak pada kepentingan publik.
Menurut Maladi Amin, RRI Makassar patut berbangga dan memberi apresiasi kepada FKP RRI Makassar, karena dari begitu banyak FKP, hanya 15 yang diundang, termasuk FKP RRI Makassar.
Maladi Amin berharap, dengan pengalaman yang dimiliki Ketua FKP RRI Makassar, akan dapat berkontribusi dalam forum sinergitas antara FKP dengan RRI tersebut.
Rusdin Tompo, yang merupakan mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan, selama ini cukup intens terlibat dalam perencanan program siaran RRI Makassar.
Seperti dalam program siaran “Pappasangta’ di RRI Pro4, program “Anak Cerdas Indonesia” (ACI) dan “Beranda Pak RT” di RRI Pro1. Rusdin Tompo bahkan menjadi host acara bincang-bincang “Beranda Pak RT”, yang disiarkan setiap Rabu, pukul 11-12 siang.
Pertemuan sore itu berlangsung segar dengan ide-ide yang bernas. Termasuk pembicaraan soal RUU Penyiaran dan RUU RTRI (Radio Televisi Republik Indonesia), serta diskusi tentang rencana penulisan sejarah RRI Makassar yang digagas saat Kepala LPP RRI Makassar masih dijabat oleh Nawir Nawihu, yang kini sudah bertugas di Medan, Sumatera Utara.
Maladi Amin setuju untuk melanjutkan penulisan sejarah RRI Makassar tersebut mengingat beliau juga punya banyak catatan kenangan dan momen-momen bersejarah selama berkiprah sebagai reporter RRI dalam meliput kesebelasan kebanggaan masyarakat Sulsel, PSM.
“Program-program pioner dan ikonik perlu ditulis supaya mengingatkan orang bahwa RRI Makassar punya sejumlah sumbangsih bagi masyarakat dan pembangunan bangsa ini, salah satunya adalah pelaksanaan MTQ yang pertama di Makassar,” pungkasnya. (nugroho)
