MAKASSAR, BKM– Memasuki bulan suci Ramadan, para siswa sekolah di Kota Makassar akan diliburkan pada awal Ramadan, yaitu terhitung mulai dari tanggal 14 hingga 19 Mei mendatang. Libur di awal Ramadan merupakan tahap adaptasi bagi para siswa sekolah.
Kepala Seksi Pengajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Syarif, mengatakan, dalam waktu dekat surat edaran mulai disebar di sekolah-sekolah. Beberapa poin yang tertulis dalam surat edaran mulai waktu libur awal bulan ramadan, pelaksanaan ujian semester genap, dan pesantren kilat serta libur lebaran Idul Fitri.
Seperti yang dijelaskan Syarif dalam surat edaran, libur di awal ramadan dimulai di tanggal 14 hingga 19 Mei. Dan 21 hingga 26 Mei kegiatan sekolah kembali dibuka dengan menggelar ujian semester genap. Pesantren kilat digelar 28 hingga 3 Juni dan libur lebaran Idul Fitri 11 hingga 23 Juli. “Satu dua hari surat edaran kami bagikan ke sekolah-sekolah,” jelas Syarif, Rabu (2/5).
Selama bulan ramadhan, Disdik juga mengurangi kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Kegiatan dalam kelas dimulai dari pukul 08:00 sampai pukul 12:00 dengan tujuan siswa atau guru dapat melaksanakan ibadah puasa dengan lancar.
“Saat pesantren kilat siswa siswi juga menggunakan pakaian muslim bagi yang muslim. Siswa siswi non muslim menggunakan pakaian biasa yang rapi saja. Waktu di kelas berkurang, kalau dulunya dari pukul 07:00 sampai 14:00, di bulan ramadan dikurangi jadi 08:00 sampai 12:00,” tambahnya.
Meski begitu, ia berharap siswa tidak menjadi lemas dan beralasan untuk bermalas-malasan karena puasa. “Harus dipahami, belajar juga bentuk ibadah, jadi harus tetap dilakukan dengan semangat,” tuturnya.
Sementara itu, Maryam orang tua murid SD di Tamalate mengaku senang dan bersyukur anaknya bisa libur awal ramadan. Pasalnya, kata Maryam, dia bersama keluarganya biasanya menggunakan hari libur awal ramadan untuk berziarah ke makam mertuanya. “Kami sekeluarga awal ramadan biasanya berziarah ke kuburan mertua saya. Ini juga salah satu bentuk penghormatan ke mertua,” jelasnya.(arf)
