PANGKEP, BKM– Warga Kampung Bontoa Kelurahan Bontoa Kecamatan Minasa Te’ne, Pangkep, tiba-tiba dibuat geger dengan peristiwa penemuan mayat wanita uzur bernama Hj Hajerah (62). Saat ditemukan posisi korban dalam keadaan terlentang di ruangan tamu, sekitar pukul 11.00 wita, Jum’at (4/5)
Tetangga korban, Najemah (50) penasaran karena pintu rumah Hajerah dalam keadaan tertutup rapat. Padahal, setiap pagi korban rutin membersihkan halaman depan rumahnya. Makanya karena melihat waktu sudah menunjukkan hampir pukul 10.00 wita. Namun rumah Hajerah tetap tertutup rapat, makanya kami penasaran, lalu ke belakang mengintip di jendela dan ketika itu korban tampak terbaring dan terbujur kaku di ruang tamu.
Setelah itu, kata Najemah, dia memanggil H Kama (49) yang juga tetangga kami. Tidak lama kemudian datang juga tetangga lain, Aziz dan Wahyuni. “Wahyuni inilah yang pertama mencoba membuka pintu rumah almarhumah. Hanya saja ketika itu pintu rumah dalam keadaan terkunci, sehingga Wahyuni bisa membuka pintu dengan cara mendobrak,” pungkas Najemah .
Alangkah kagetnya kami semua, karena menyaksikan Hj Hajerah sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan darah. H Kama yang selanjutnya melaporkan hal ini ke Polsek Minasa Te’ne. Tidak lama kemudian Tim Identifikasi Reskrim Polres Pangkep dipimpin Kasat Reskrim IPTU Deny Eko Prasetyo bersama Kanit Idik IV Ipda Firman mendatangi TKP.
Saat korban dibawa Ke Puskesmas Bontoa. Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan tidak mempermasalahkan atas kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga. Korban memiliki riwayat penyakit hipertensi dan kolestrol.
Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas setempat, tidak ditemukan adanya tanda -tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak puskesmas menyatakan bahwa korban meninggal dunia karena pecah pembuluh darah yang diakibatkan oleh hipertensi.
Kasat Reskrim Polres Pangkep Iptu Deny Eko Prasetyo yang dihubungi membenarkan adanya penemuan mayat seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Bontoa. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
“Korban dinyatakan meninggal dunia karena mengalami pecah pembuluh darah. Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, ” kata Deny. (udi)
