MAKASSAR, BKM β Berbagai serangan yang dialamatkan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) ternyata mental. Elektabilitas calon nomor urut 3 ini justru makin menanjak.
Salah satu serangan yang tak henti-henti dilancarkan kubu lawan adalah isu mangkraknya proyek smelter di Bantaeng, terutama rencana ekspor nikel yang hingga kini belum terealisasi.
Isu itu rupanya tidak berpengaruh sama sekali terhadap dukungan elektoral Prof Andalan.
Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, membeberkan serangan kampanye negatif terhadap kinerja Bupati Bantaeng dua periode, Nurdin Abdullah, justru membantu mengangkat popularitas dan elektabilitas Prof Andalan meninggalkan pesaing-pesaingnya.
βIsu-isu seperti itu tidak berefek ke akar rumput sebab proyek smelter itu bukan proyek APBD dan APBN, artinya daerah dan negara tidak dirugikan karena itu merupakan proyek swasta. Proyek Swasta kan jika jalan menguntungkan daerah dan jika tidak jalan tidak merugikan daerah, dan masyarakat paham itu,β kata Suwadi saat diwawancarai, Minggu (6/5/2018).
Diketahui, hasil survei terbaru 5 lembaga riset skala nasional dan lokal menggambarkan elektabilitas Prof Andalan unggul jauh dari pesaingnya. Terkhusus data riset IPI, Suwadi menyebut tingkat keterpilihan Prof Andalan sudah jauh meninggalkan rival-rivalnya pada riset Mei 2018 ini. (*)
