MAKASSAR, BKM — Duta Bahasa Sulawesi Selatan 2018 telah terpilih. Dari ratusan peserta yang mendaftarkan dirinya, telah dipilih dua orang yang menjadi Duta Bahasa Sulsel dan akan mewakili Sulsel dalam ajang Duta Bahasa tingkat nasional.
Grand final Duta Bahasa Sulsel 2018 dilaksanakan di Mal Phinisi Pont pada Sabtu (5/5). Telah dipilih Muhammad Al Mustawa sebagai Duta Bahasa putra, dan Nasrah Anjani sebagai Duta Bahasa putri. Keduanya berasal dari Universitas Hasanuddin Makassar.
Untuk sampai pada tahap grand final, para peserta harus melalui berbagai seleksi yang sangat ketat. Awalnya dipilih sebanyak 50 orang yang masuk pada tahap tes selanjutnya.
Ke 50 orang ini melalui berbagai tes, mulai dari pengukuran fisik sampai tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Dari tes ini dipilih sebanyak 24 orang yang maju ke tahap 2.
Pada tahap ini diisi dengan presentasi makalah, unjuk bakat, dan wawancara mendalam. Hingga mengerucut kembali menjadi delapan besar. Dimana empat orang pria dan empat orang putri. Ke delapan orang inilah yang melaju sampai tahap grand final.
Di tahap ini, para peserta diharuskan menjawab pertanyaan dari para juri. Selain itu para peserta juga diberi kesempatan untuk menuangkan gagasan ataupun ide mereka ketika terpilih nantinya menjadi Duta Bahasa Sulsel.
Dengan pakaian adat masing-masing daerah, akhirnya para juri sepakat menjadikan Muhammad Al Mustawa dan Nasrah Anjani sebagai juara 1 Dua Bahasa Sulsel.
Adapun juara 2 adalah Raniansyah (Unhas) dan Koernia Jabbar (UNM), juara 3 adalah Wahyudhy Anwar (Unhas) dan Affi Widyantari Putri (Unhas), serta juara 4 adalah Yoshua Richard (Poltek Pariwisata Makassar) dan Fahriani (UMI).
Pemenang Duta Bahasa Sulsel Putra, Muhammad Al Mustawa mengatakan jika bersyukur dan sangat bahagia. Ia pun berharap kepada generasi muda dapat selalu menerapkan sikap literasi untuk terus mengembangkan rasa pedulinya untuk membaca dan menulis.
“Alhamdulillah, menegangkan, dan bahagia. Saya akan terus belajar dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki demi persiapan menuju pemilihan nasional,” kata Mustawa.
Pemenang lainnya, Nasrah Anjani juga sangat bangga atas prestasi ini. Ia bahkan tak menyangka bisa menjadi juara. Namun dengan terpilihnya, ia akan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk menjalankan visi dan misi dari Balai Bahasa Sulsel.
“Saya tentu berharap akan memberikan yang terbaik untuk Sulsel,” tegasnya.
Kepala Balai Bahasa Sulsel, Zaenab mengatakan jika kegiatan seperti ini sendiri harus diteruskan dan harus berkelanjutan. Karena bisa memberikan pengaruh positif bagi generasi muda. Teutama untuk masyarakat bahasa sekaligus permartabatan bahasa.
“Mereka semua ini memiliki ide yang cemerlang, semua bagus-bagus, semoga bisa memberikan yang terbaik untuk Sulsel nantinya,” ucap Zaenab.
Kedua pemenang ini sendiri nantinya akan dipertandngkan di Jakarta bersama semua Duta Bahasa dari berbagai daerah untuk sekiranya menjadi Duta Bahasa Nasional 2018. Pemilihan Duta Bahasa Nasional ini direncanakan akan dilaksanakan pada Oktober tahun ini.
