GOWA, BKM — Satu lagi pengakuan dituturkan Hasan Basri. Tanpa sungkan, Hasan Basri mengaku kekesalannya sehingga nekat menganiaya anaknya sendiri, itu karena dia sakit hati.
“Saya sakit hati karena dia sangat dekat sama mama’nya. Dia (korban) tidak pernah dekat sama saya, padahal selalu kubelikan apapun. Tapi dia tidak pernah mau dekat sama saya,” aku Hasan Basri.
Makanya kata Hasan Basri, kesal dan jengkel hingga pergi membawa Mufid ke tempat sepi di kawasan lapangan golf. Lalu disana kata Hasan Basri, dirinya melakukan apa yang dirinya suka.
Hasan pun mengakui kalau dirinya memang melakukan sesuatu untuk melampiaskan kekesalannya itu dengan memasukkan kayu ke dalam dubur anaknya itu.
“Ituji pak, saya sakit hati sama dia karena tidak pernah mau dekat-dekat sama saya. Selalu sama mama’nyanji. Kalau ada kubelikangi na ambilji tapi tidak mau dekat sama saya. Makanya saya ngarang jika mau bawa anak saya ke pantai losari jalan-jalan dan jatuh saat me-rem motor. Saya mengarang cerita begitu karena saya takut ketahuan,” tutur Hasan Basri sambil menangis.
Hasan Basri mengaku sangat menyesali perbuatannya apalagi ketika Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan kenapa tega menganiaya anak sendiri apalagi dengan modus menggigit bibir dan pipi korban serta memukul perut korban dengan tangan kosong, dan menekan dada korban sangat keras dengan tangan hingga menusuk dubur anaknya dengan kayu bambu seukuran jari kelingking orang dewasa.
“Saya menyesal pak. Saya meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan saya,” kata Hasan Basri sambil menangis tertunduk disamping kapolres. (saribulan)
