TAKALAR, BKM — Molornya musyawarah daerah (Musda) Komite Olah raga Nasional (KONI) Kabupaten Takalar berdampak kontingen altet di daerah ini terancam gagal mengikuti Porda di kabupaten Pinrang, September mendatang.
Molornya pelaksanaan Musda Koni yang diduga kuat lantaran adanya dua kekuatan besar yang masih bersebrangan, dan tetap bersikukuh memperebutkan kursi 01 KONI Takalar.
“Kalau sampai bulan September KONI Takalar tidak menggelar Musda, tentu atlet Takalar dipastikan tidak akan ikut Porda,” Kata Ketua Percasi Takalar, Makmur Mustakim, Senin (7/5).
Makmur Mustakim yang juga anggota DPRD Takalar dari fraksi PPP meminta Bupati Takalar, Syamsari Kitta untuk tidak mengintervensi rencana Musda KONI. Sehingga kepengurusan KONI dapat diparmenenkan dengan dukungan finansial yang terukur.
“Bupati jangan mengintervensi musda Koni, biarkan Koni Takalar tumbuh kembang sesuai harapan element masyarakat Takalar. Karena molornya Musda tentu mempengaruhi kontingen atlet Takalar karena anggaran Koni tidak akan cair sebelum pengurusan Koni paten,” jelas Makmur.
Makmur Mustakim berharap agar kubu H Chalik Suang dan Muhammad Rasul sebagai dua kandidat Ketua KONI Takalar segera menyatu sehingga konflik kepentingan diabaikan demi Takalar unggul, sejahtera dan bermartabat.
(Ari Irawan)
