Site icon Berita Kota Makassar

Penuhi 27 Indikator SPM, Kini Gowa Kejar Standar Nasional Pendidikan

GOWA, BKM — Harapan Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menjadi kabupaten pendidikan kini terus digenjot.

Jika sebelumnya Gowa telah mampu memenuhi 80 persen dari 27 indikator yang diaturkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), maka Pemkab mulai membidik SNP atau Standar Nasional Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr Salam, kepada media, Senin (7/5/2018) mengatakan, Gowa sudah mencapai 80 persen untuk level standar pelayanan minimal.

“Pada level standar pelayanan minimal, kita sudah capai hingga 80 persen dan sekarang kita meningkatkan target ke SNP,” kata Dr Salam.

Terkait Standar Nasional Pendidikan ini ada delapan point standarisasi. Pertama adalah standar pengelolaan, dimana standar ini tupoksinya pada kepala sekolah.

Yang kedua adalah komponen layanan. Komponen layanan pertama yang distandarisasi adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. Yang ketiga adalah standar sarana dan prasarana.

Keempat adalah standar pembiayaan dimana pihaknya sudah mencapai 90 sekian persen, ini semua berkat adanya pendidikan gratis.

Kelima standar layanan, berikutnya standar isi, lalu standar proses dan penilaian dan kedelapan standar kompetensi lulusan.

“Penguatan yang kita berikan ke kepala sekolah ini namanya adalah total quality management, quality control, dan quality essurent,  itu khusus untuk standar pengelolaan,” tambahnya.

Sementara, baik dari segi quality maupun dari segi kuantitasnya telah diupayakan mengupgrade secara terus-menerus standar pendidik dan kependidikan.

Untuk mengupgrade standar pendidik dan tenaga kependidikan ini, kata R Salam dilakukan melalui diklat dan Pusat Study Belajar Guru yang bekerjasama dengan Sampoerna Foundation.

“Ini semua adalah upaya untuk mengupgrade kompetisi pendidik dan tenaga pendidikan,” kata kadis yang juga Dosen UNM ini.

Dikatakannya lagi, berkat program pendidikan gratis, adanya Dana Alokasi Khusus dan saat ini ada juga program Bantuan Pemerintah Pusat (Bank ta’) dimana tahun lalu 26 sekolah mendapatkan program Bank ta’ dan tahun ini Disdik Gowa akan mengusulkan 48 sekolah untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah baik sifatnya rehap maupun Ruang Kelas Baru (RKB).

“Tahun ini juga kita akan mendapatkan  Unit Sekolah Baru (USB) pada jenjang SMP. Semua itu terkait dengan menstandarisasi sarana dan prasarana,” terangnya.

Khusus standar isi, standar proses dan penilaian baik semua sekolah tahun ini di Gowa mulai SD dan SMP sudah diusulkan untuk menggunakan kurikulum 2013.

“Tahun kemarin itu 64 persen, tahun ini kita usulkan semua 100 persen, dalam rangka pemenuhan standar layanan tadi, yakni standar isi, standar proses, dan standar penilaian dan jika tujuh standar nasional pendidikan ini bisa terpenuhi, maka standar terakhir yakni, standar kompetensi lulusan itu akan dapat terwujud,” jelasnya. (saribulan)

Exit mobile version