Site icon Berita Kota Makassar

Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,65 Persen

MAMUJU, BKM — Pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan I 2018 yang diatur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp9,99 triliun.
Demikian disampaikan Kepala BPS Perwakilan Sulbar, Suntono kepada BKM di kantornya, Senin (7/5). Ekonomi Sulbar pada triwulan I 2018 jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017, mengalami pertumbuhan 5,65 persen.
Begitu pula semua lapangan usaha, telah mengalami pertumbuhan positif dan tertinggi sebesar 18,60 persen. Sementara pada triwulan IV tahun 2017, ekonomi Sulbar terkontraksi 8,15 persen.
Proses ini terjadi akibat proses pertumbuhan negatif yang terjadi dihampir seluruh komponen. Pada PDRB pengeluaran. Kecuali pada PKRT yang tumbuh sebesar 0,48 persen serta ekspor yang tumbuh 0,51 persen.
Sedangkan indeks tendensi konsumen Sulbar di triwulan 1 2018, kondisi konsumen di Sulbar meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai ITK sebesar 101,61 ,maka untuk tendensi ITK Pada sulbar pada triulan.
Kesimpulan tentang secara umum di Sulbar ini, pada kondisi ekonomi konsumen ditriwulan I tahun 2018 di Sulbar telah meningkat dibandingkan pada triwulan sebelumnya.
Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulbar pada tahun 2017 telah mencapai 64,30. Sehingga sejak tahun 2011 pada pembangunan manusia di Sulbar mencapai status sedang.
Untuk keadaan ketenagakerjaan di Sulbar pada Februari 2018 sebesar 71,53 persen. Hal ini berarti bahwa dari 100 penduduk usia kerja sekitar 72 orang di antaranya aktif dalam kegiatan ekonomi. Baik sebagai pekerja atau pencari kerja. Sedangkan jumlah penduduk yang sedang menganggur pada Februari 2018 sebanyak 162.000 orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 2,45 persen.
Sementara dalam penyerapan terbesar pada tenaga kerja di Sulbar, itu berada pada sektor pertanian. Jumlah pekerja di sektor pertanian mencapai 306.000 orang atau sebesar 47,22 persen dari jumlah penduduk yang bekerja
Mereka yang bekerja di Sulbar memiliki pendidikan cukup rendah, yakni SMP ke bawah sebanyak 438.400 orang atau sekitar 67,75 persen. Untuk pekerja pada tingkatan SMA dan SMK sebanyak 140.000 atau 21,63 persen dan yang memiliki pendidikan tinggi (Diploma dan PT) sebanyak 68.700 orang atau 10,62 persen. (ala/mir/c)

Exit mobile version