Site icon Berita Kota Makassar

Ramadan Hingga Lebaran Penumpang Naik 15 persen

MAKASSAR, BKM– Memasuki bulan ramadan hingga menjelang mudik lebaran, PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, telah mengarahkan pihak air line untuk bermohon penambahan extra planing dan menambah beberapa jalur rute penerbangan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang akan naik hingga 15 persen.
Penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bisa mencapai 32 penerbangan setiap satu jam, namun saat ini rata-rata hanya 13 saja. Tapi di musim mudik lebaran permintaan penumpang bisa mencapai 26 penerbangan.
Hal itu diketahui, di kegiatan Media Gathering dengan tema ‘media goes to Airport’, Selasa (8/5).
General Manager (GM) Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Cecep Marga Sonjaya juga menjelaskan, soal rencana pembukaan posko mulai 7 Juni hingga 24 Juni 2018.”Kita akan mengantisipasi mudik lebaran nanti. Kita akan alihkan parkiran bukan lagi area droprong. Kita koordinasi dengan air line cek in conter yang kosong untuk mengalihkan penumpang ke tempat tersebut,” ungkapnya di Bandara Lama, Maros.
Selain itu pihak angkasa pura juga akan menyediakan tenda dan menggunakan akses masuk karyawan jika sudah sangat mendesak.”Peningkatan penumpang dari 15 persen dan pesawat 11 persen serta 12 kargo dibanding hari-hari lain. Begitupun dengan penambahan penerbangan tergantung dari permintaan seperti air line dari Lion untuk penambahan Extra Planning untuk arus mudik di musim lebaran maupun memasuki ramadan, namun sejauh ini belum ada,” jelasnya.
Cecep menambahkan, ada beberapa yang menjadi prioritas Angkasa Pura dalam memberikan pelayanan ke penumpang, seperti jaminan keselamatan dan keamanan. Selain itu fasilitas yang nyaman juga menjadi poin utama.
“Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan itu harus disertai fasilitas, nah itu kita sudah siap, contoh misalkan tanggap darurat, persiapan armada melebihi kategori standar,” tuturnya.
Selain itu, penerangan (lampu/listrik) di kawasan bandara juga menjadi prioritas.”Lampu itu tidak boleh mati, kalaupun ada kejadian darurat itu paling lama tiga menit, dimana dalam menanggapi kejadian seperti ini kita sudah mempersiapkan GPS dan genset otomatis saat lampu mati,” tutupnya.(ita)

Exit mobile version