MAKASSAR, BKM–Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono, mengeluhkan terjadi kendala dalam mengakses informasi terkait pembangunan kereta api Makassar-Parepare.
Menurutnya, sejak dirinya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, sejauh ini tidak ada laporan detail yang diperoleh dari Satker Kereta Api mengenai progres maupun kendala yang dihadapi dalam menyelesaikan proyek strategis tersebut.
“Ada problem karena Satker KA dari Kementerian Perhubungan kurang koordinasinya dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perhubungan. Nanti kalau ada masalah seperti terkait lahan, baru kemudian berteriak di Pemda,” kata Soni, akhir pekan lalu.
Dari hasil pengamatannya selama ini, sinergitas antara Kementerian Perhubungan melalui Satkernya dengan pemda melalui Dishub masih sangat kurang.
“Saya hampir pastikan koordinasi tidak bagus,” ujarnya.
Ia telah meminta agar Satker segera melaporkan progress kereta api melalui Kepala Dinas Perhubungan. Tapi sepertinya tidak ditanggapi serius.
“Sampai sekarang belum ada laporan. Apakah ada kesulitan masalah lahan atau seperti apa,” sesal Soni.
Dia membandingkan dengan satker lain dari pusat yang sejauh ini cukup intens berkomunikasi melaporkan perkembangan proyek yang ditangani di Sulsel. Salah satunya adalah Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ).
“Mereka datang untuk melaporkan sejumlah progress pengerjaan proyek bendungan dan revitalisasi yang menjadi kewenangannya. Bahkan memberikan buku sebagai bahan informasi.
Ini bagus, Kepala Balai langsung datang melaporkan progresnya, bahkan memberikan informasi melalui buku,” paparnya.
Seperti diketahui, Kereta Api tahap pertama Makassar-Parepare yang dikerjakan di Barru, Oktober nanti ditargetkan akan mulai termanfaatkan dengan rute Barru – Palanro sepanjang 44 Km. Bahkan sampai saat ini,Kementerian Perhubungan bersama dengan BKPM telah mengundang sejumlah investor untuk melanjutkan pembangunannya setelah ini. Kereta Api, Trans Sulawesi tahap I Makassar diketahui merupakan salah satu proyek strategis nasional di Sulsel. (rhm)
Soni Keluhkan Satker KA Kurang Koordinasi
