MAKASSAR, BKM — Syahrul Yasin Limpo (SYL) kini tak lagi menjabat gubernur Sulawesi Selatan. Sejumlah megaproyek tidak bisa rampung hingga akhir masa kepemimpinannya. Salah satunya Stadion Barombong. Bagaimana kabarnya kini?
Saat ini, tidak ada aktifitas berarti yang dilaksanakan di lokasi proyek. Usai softlauching oleh Syahrul Yasin Limpo di pengujung jabatannya, kontraktor tinggal menyempurnakan atau merampungkan pekerjaan. Dan itupun juga sudah selesai. Masa kontrak kerja sudah berakhir.
Pantauan BKM, Rabu (9/5), tak ada kegiatan pengerjaan yang berlangsung di lapangan. Padahal, masih sangat banyak fasilitas dan bagian stadion yang perlu diselesaikan.
Ternyata, pengerjaan proyek telah berhenti sejak bulan Maret lalu. Hal ini sesuai yang dikatakan seorang petugas security stadion yang ditemui BKM. Ia mengatakan, sejak Maret tak pernah melihat lagi ada orang yang bekerja membangun stadion.
“Saya tidak tahu kenapa berhenti. Orang berjenti bekerja sejak dari bulan tiga,” ucapnya, tanpa bersedia dituliskan jatidirinya.
Stadion memang telah tampak berdiri. Seluruh tribun yang dibangun pun sudah usai. Namun semuanya masih terlihat berupa bangunan beton. Lantai stadion, terutama di tribun utara, selatan, dan barat masih belum dipasangi ubin.
Atap stadion juga belum ditambah. Hanya di tribun timur saja yang sudah ada atapnya. Ketiga tribun lainnya sampai saat itu belum dipasangi atap.
Dari penjelasan security stadion, pengerjaan stadion masih akan dilanjutkan. Ia memperkirakan akan dimulai kembali bulan depan.
“Yang saya tahu masih ada rencana mau dilanjutkan pengerjaannya. Kayaknya bulan depan dilanjut lagi,” tambah Iwan.
Dihubungi terpisah, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Muhlis Mallajareng mengaku sudah menandatangani kontrak pada 7 Mei lalu. Kontrak ini untuk memulai pekerjaan pemasangan atap.
Ia mengklaim, pada 9 Mei, kontraktor Usaha Subur Sejahtera selaku pemenang tender juga sudah mulai kerja untuk persiapan pekerjaan fisik atap.
Hal itu berbeda dengan kenyataan di lapangan. BKM yang datang ke lokasi proyek pada 9 Mei, sama sekali tak ada kegiatan di sana.
Tahun ini, Dinas Pemuda dan Olahraga sudah melelang perampungan atap stadion. Ada 60 segmen yang akan dikerjakan tahun 2018 ini. Pagu anggaran yang disiapkan untuk pengerjaan fisik ini senilai Rp62,8 miliar.
Secara total, alokasi anggaran yang disiapkan untuk Stadion Barombong melalui APBD tahun ini sebesar Rp64,5 miliar. Selain penyelesaian atap, anggaran ini juga diperuntukkan bagi pengawasan dan manajemen pengelolaan.
Terkait pekerjaan tahun lalu, Muchlis menjelaskan, tribun utara-selatan progresnya sudah 100 persen. Demikian pula halnya tribun barat. Pihak kontraktor juga telah melakukan pembersihan bekas pengerjaan.
Selain pengerjaan tribun, tahun ini Pemprov Sulsel masih menunggu kepastian anggaran sebesar Rp9 miliar dari APBN. Anggaran ini akan digunakan untuk membenahi lapangan.
“Besok (hari ini) ada Musrembang, kami akan tanyakan kembali kepastiannya seperti apa,” kata Muchlis saat dihubungi, Kamis (10/5).
Sesuai dengan akumulasi perencanaan RPJMD 2013-2018 dengan pembangunan Stadion Barombong sebesar Rp330 miliar, realisasi sampai saat ini sebesar Rp266,5 miliar atau 80,68 persen.
Namun, tahun 2016 ada perubahan perencanaan dengan fokus diarahkan berstandar internasional, sehingga masih butuh dana secara optimal berkisar Rp225 miliar. (rhm/rus)
SYL tak Gubernur, Stadion Barombong Terhenti
