MAKASSAR, BKM — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI telah menetapkan dan melantik tujuh komisioner Bawaslu Sulsel periode 2018-2023.
Dari tujuh komisioner yang dilantik adalah Asradi, yang sebelumnya menjabat komisioner Komisi Informasi (KI) Sulsel 2015-2019.
Enam komisioner lainnya adalah dua petahana Laode Arumahi dan Azry Yusuf, serta Syaiful Jihad, Amrayadi, Adnan Jamal dan Hasmaniar Bachrun. Mereka mulai bertugas sebagai komisioner Bawaslu sejak Jumat (11/5).
Terkait jabatan barunya ini, Asradi menyebutkan telah mengundurkan di sebagai komisioner di KI. Apalagi sesuai aturan, tak boleh ada rangkap jabatan baik di Bawaslu maupun KI.
“Sejak tanggal 9 (9 Mei) kemarin, sudah otomatis mundur dari KI. Tentu ada mekanisme termasuk masalah administrasi yang harus saya selesaikan sampai pada pergantian posisi saya,” katanya, saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (11/5).
Mantan Ketua Panwaslu Tana Toraja ini mengakui bekerja di Bawaslu bukanlah hal yang baru. Sejak 2008 sampai 2014 sebelum menjadi komisioner KI sudah bekerja di Panwaslu mulai staf ahli sampai komisioner kabupaten.
“Kalau jabatan saya di divisi penyelesaian sengketa, itu tidak jauh beda dengan jabatan saya di KI sebagai komisioner bidang penyelesaian sengketa informasi. Tinggal melakukan penyesuaian, termasuk sengketa atau program dari periode sebelumnya,” jelasnya.
Kepala Sekretariat KI Sulsel yang juga Kepala Bidang Informatika Dinas Komunikasi dan Informasi, Badaruddin menambahkan untuk proses pergantian antar waktu (PAW) Asradi akan diproses secepatnya. Pihaknya tinggal menunggu surat pengunduran diri dan SK pengangkatan Asradi sebagai komisioner Bawaslu.
Untuk penggantinya, akan dipilih berdasarkan peringkat dari 10 calon komisioner yang telah melalui uji kelayakan dan kepatutan di DPRD. Sekedar diketahui, dari 10 calon, lima terpilih menjadi komisioner.
“Kita akan usulkan Pak M Hidayat Nahwi Rasul yang berada di peringkat 6. Kalau beliau setuju kita akan usulkan untuk dibuatkan SK oleh Pak Gubernur. Kalau beliau menolak, tentu yang posisi 7 yaitu Ibu St Radiah yang diusulkan,” ungkapnya. (rhm)
