Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov Sulbar Terus Kembangkan Tanaman Kakao

MAMUJU, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar melalui Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Provinsi Sulbar, telah melaksanakan program berkelanjutan pada tanaman kakao. Apalagi, kakao telah menjadi ikon Provinsi Sulbar.
Karena kakao di Sulbar cukup berpotensi memberikan perubahan pada tingkat kesejahteraan dan perekonomian masyarakat petani. Demikian disampaikan Kepala Seksi Pengelolaan dan Pemasaran pada kantor Dinas Perkebunan Sulbar, Kimoto, kepada BKM beberapa hari lalu.
Kimoto menjelaskan, program pengembangan tanaman kakao telah dilakukandi sejumlah titik di enam kabupaten yang ada di Sulbar. Pengembangan tanaman kakao di Sulbar cukup potensial. Karena lahan yang tersedia terbilang luas.
”Kakao yang ada di tengah masyarakat ini, sudah sekian lama memberikan hasil buah. Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan sistem pemeliharaan secara baik. Sehingga tingkat produksi buah pada tanaman kakao yang ada di tengah masyarakat Sulbar akan mampu lebih meningkatkan produksi buahnya,” paparnya.
Kepala Bidang Perkebunan, Ir Waris, mengatakan, untuk pengembangan tanaman kakao yang ada di enam kabupaten di Sulbar, pihak Pemprov Sulbar melalui Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Provinsi Sulbar, telah melakukan langkah pengembangan tanaman dan penyegaran untuk tanaman kakao di Sulbar pada tahun anggaran 2018 ini.
Salah satu langkah yang akan dilakukan, kata Waris, pihaknya akan melakukan langkah dalam bentuk paket bantuan melalui program pengembangan tanaman kakao di seluruh wilayah di Sulbar.
Untuk tahun anggaran 2018 ini, pihaknya akan melakukan program peremajaan tanaman kakao seluas 880 hektare. Dan untuk bantuan persiapan lahan 350.000 hektare, yaitu akan dilaksanakan di Polman seluas 200 hektare. Sedangkan untuk program knapasak sprayet 1 unit per 2,5 hektare di Kabupaten Majene akan dilaksankan untuk penanganan seluas 140 hektare.
Sementara untuk penanganan pupuk NPK pada bantuan ke masyarakat petani kakao pada mata anggaran 2018, yakni 100 kilogram per hektare akan dilaksanakan di Mamuju seluas 200 hektare. Ddan untuk bantuan pupuk organik sebanyak 250 kg per hektare, yaitu dilaksanakan di Kabupaten Mamuju Tengah seluas 140 hektare.
Sementara untuk penanganan benih siap tanam 1.000 pohon per hektare, akan dilaksanakan di Kabupaten Pasangkayu seluas 200 hektare. Untuk setiap lahan yang akan diberikan bantuan adalah 1 liter per hektare. (ala/mir/c)

Exit mobile version