GOWA, BKM — Sebanyak 150 orang anggota TNI dari Kodim 1409 Gowa termasuk para anggota Persit Kartika Chandra Kirana 1409 Gowa mengikuti Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Penyuluhan ini juga diwarnai pemeriksaan urine personil Kodim 1409 Gowa untuk triwulan II tahun 2018 yang dilakukan BNN Provinsi Sulsel dipimpin Kabid P2N BNN Prov Sulsel, Djamaluddin di aula Makodim 1409 Gowa, Senin (14/5/2018) pagi.
Dalam kegiatan P4GN ini Dandim 1409 Gowa, Letkol Arh Nur Subekhi diwakili Pasi Intel Kodim 1409 Gowa, Kapten Inf Maman juga turut dihadiri para Danramil dan perwira staf Kodim 1409 serta anggota, Persit, Banteng Komando dan anggota FKPPI Gowa.
Dalam penyuluhan itu, Kabid P2N BNN Prov Sulsel, Djamaluddin mengatakan saat ini Indonesia darurat narkoba.
Dikatakan Djamaluddin, narkoba lebih serius di banding korupsi dan terorisme karena merusak otak yang tidak ada jaminan baik.
“Penduduk Indonesia kurang lebih 250 juta sebagai pasar potensial narkoba. Bahkan seluruh lapisan masyarakat telah terkontaminasi narkoba jangankan pelajar, pejabat, aparat TNI-Polri, jaksa, hakim hingga masyarakat umum pun sudah terkontaminasi. Hingga kini diperkirakan 40 – 50 orang meninggal dunia tiap hari karena narkoba,” kata Djamaluddin.
Dikatakannya, jaringan narkoba yang masuk beroperasi di Indonesia berskala internasional dengan dukungan modal yang besar. Bahkan merajanya, para narapidana kasus narkoba pun meski terpenjara besi tetap masih mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara. Sayangnya penegakan hukum belum memberikan efek jera.
“Yang beroperasi di Indonesia itunadalah jaringan internasional antara lain dari Afrika Barat, Iran, Tiongkok, Pakistan, Malaysia dan Eropa. Kasus narkoba di Indonesia yang berhasil diungkap itu sebanyak 72 jaringan narkona yang dikendalikan dari 22 lapas. Karena itu, kami mengimbau agar apabila menemukan keluarga, teman yang terindikasi pengguna narkoba segera dilaporkan ke BNN untuk direhabilitasi dan diobati,” tandas Djamaluddin. (saribulan)
