ENREKANG, BKM — Sekertariat Kabupaten (Sekkab) Enrekang Chairul Latanro mambantah kabar yang berkembang di masyarakat, bahwa Pemkab tidak mengagendakan kegiatan Safari Ramadhan 2018/1439 H, karena bertepatan dengan tahun Politik.
Bantahan ini sampaikan Chairul saat menghadiri rapat di Gedung DPRD Enrekang, Senin (14/5/2018).
Menurutnya, bulan suci Ramadhan tidak ada hubungannya dengan tahun politik. Tim Safari Ramadhan bertujuan untuk melakukan amaliah Ramadhan dalam bentuk ceramah agama, dan tarawih bersama dengan masyarakat yang tersebar di 12 kecamatan, Enrekang.
“Tidak benar itu, Pemkab Enrekang tetap melakukan Safari Ramadhan seperti tahun sebelumnya. Justru ditahun Politik ini tim safari Ramadhan akan menghimbau kepada masyarakat agar melupakan dulu hiruk pikuk Pilkada, dan kita fokus dulu melakukan Ibadah Ramadhan, dan kembali menjalin hubungan silaturrahmi antar masyarakat dan pemerintah,” kata Chairul Latanro kepada BKM.
Chairul Latanro menambahkan bahwa Safari Ramadhan Pemkab Enrekang akan dilaksanakan enam hari, dan dibagi dengan dua kelompok, masing masing kelompok akan tersebar di setiap rumah ibadah yang ada di Kabupaten Enrekang.
“Mereka terbagi 6 kecamatan perkelompok dari 12 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Enrekang. Tim Safari Ramadhan terbagi atas dua kelompok, yang dibagi tugas untuk bertebar di 6 Kecamatan perkelompok, dari 12 Kecamatan selama 6 hari,” kata Chairul, Ketua PHBI Enrekang ini.
Dijelaskan pula bahwa selama melakukan Safari Ramadan, tim tidak boleh melakukan kampanye politik, kecuali himbauan mengingatkan kepada masyarakat bahwa tanggal 27 Juni 2018 mendatang akan digelar Pilkada. Maka jangan lupa menggunakan hak pilihnya.
“Yang salah itu kalau ada kampanye mengajak untuk mendukung seseorang. Jadi yang ada hanya bersosialisasi, untuk mengingatkan kepada masyarakat agar tidak lupa menggunakan hak pilihnya pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang,” ujarnya. (Suherman karim)
