SIDRAP, BKM — Tingginya intensitas curah hujan di Sidrap sudah berdampak pada masyarakat. Ratusan rumah-rumah penduduk warga di Desa Tonrongnge, Simpo dan Passene, Kecamatan Baranti, dan Desa Tellang-Tellang Kecamatan Kulo, terkena banjir, Senin, (14/5).
Banjir akibat luapan sungai Simpo dan sungai Sampai terjadi sejak pukul 07.00 wita. Banjir terparah di Desa Tonrongge, sedikitnya 200 rumah di tiga desa terkena banjir.
Selain rumah sejumlah fasilitas umum lainnya terkena banjir seperti masjid dan sekolah. Sementara, jalan kecamatan penghubung beberapa desa lumpuh total, bahkan sejumlah pengendara yang mencoba menerobos derasnya arus air langsung mogok.
Ketinggian air mencapai 50 cm hingga 1 meter. Aktifitas warga pun jadi terganggu, mereka memilih tinggal dirumah untuk menyelamatkan barang-barangnya. Kawasan tersebut merupakan daerah langganan banjir, namun kali ini banjir terparah sehingga warga tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.
Sementara, jembatan penghubung beberapa desa di Kecamatan Baranti itu hampir putus akibat derasnya arus air, bahkan ratusan hektar lahan persawahan ikut tergenang banjir yang sudah ditanami padi untuk Musim Tanam (MT) April-September (Apsep) 2018.
“Iya pak. daerah ini sering terjadi banjir tapi baru pertama kali yang terparah. Banjir mulai pukul 07.00 wita. Selain rumah juga ratusan hektare lawan persawahan yang sudah ditanami ikut terendam banjir,” ujar Lasehe, warga setempat. Kapolsek Baranti, Iptu Muh Tang mengatakan, beberapa personil polsek Baranti diturunkan ke lokasi untuk membantu warga yang terkena banjir. (ady/C)