BARRU, BKM — Kisruh rencana pembangunan jalur kereta api di atas lahan Pekuburan Capoe di wilayah Kelurahan Kiru-Kiru, Kecamatan Soppeng Riaja, Barru masih terus berlanjut. Ahli waris tak terima 809 kuburan dilokasi tersebut masuk dalam areal jalur kereta api.
Salah seorang ahli waris, Ridwan saat ditemui di Kantor Bupati Barru, Selasa (15/5) menyatakan ada empat kuburan keluarganya di Pekuburan Capoe yang saat ini terdapat 809 kuburan.
“Pihak Satker Kereta api sudah memasang patok didalam areal kuburan tanpa minta izin kepada para ahli waris dan tindakan ini merupakan penyerobotan , ” kata Ridwan.
Camat Soppeng Riaja Charly Fisher yang dihubungi di tempat yang sama menjelaskan kalau para ahli waris sudah dimediasi pertemuannya dengan pihak Satker dari proyek pembangunan rel kereta api. Meski belum menemukan jalan keluar. Tetapi pemerintah daerah masih terus berusaha mencari jalan keluar.
” Untuk soal adanya patok yang terpasang. Saya tidak tahu siapa yang pasang. Apa benar ada patok di area pekuburan,” ujar Charly.
Bupati Barru Suardi Saleh, Selasa kemarin melakukan pertemuan di ruang kerjanya dengan Pihak Satker Proyek KA bersama Perwakilan Ahli waris, unsur masyarakat, kelompok mahasiswa yang difasilitasi Kepala Dinas Perhubungan Barru.
Menurut perwakilan ahli Waris, Ridwan menirukan pengakuan Bupati bahwa pihak Satker diberikan waktu satu bulan untuk mencari solusi. Tetapi bagi kami yang penting kuburan tidak dibongkar dan dipindahkan untuk kepentingan proyek KA. ” Kami bisa terima kalau ada solusi seperti membuat Fly Over, ” ujar Ridwan (udi/C)
Ahli Waris Protes Pekuburan Capoe
