Site icon Berita Kota Makassar

DPT Rampung, KPU Hati-Hati Cetak Kertas Suara

MAKASSAR, BKM–Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Gubernur Sulsel sudah selesai, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel belum melakukan pencetakan kertas suara.
Untuk Pilgub, jumlah DPT Sulsel untuk sebanyak 6.022.987. Sementara, jumlah surat suara dalam tender yang dimenangkan PT Adi Perkasa adalah 6.561.693. Jumlah tender tersebut, diakui masih berbentuk penawaran.

Komisioner divisi perencanaan dan data KPU Sulsel Mardiana Rusli mengemukakan bahwa jumlah tersebut masih prakiraan awal. Jumlah kebutuhan sebenarnya yakni DPT + 2.5 persen untuk tambahan masih dalam tahap rekapitulasi.
“Sekarang kami meminta semua kabupaten/kota untuk menghitung kebutuhan surat suara ditambah surat suara cadangan 2.5 persen,” kata Mardiana Rusli saat ditemui di kantor KPU Sulsel.

Menurutnya, prosedural untuk mengetahui surat suara tambahan bukan langsung menghitung 2.5 persen dari jumlah DPT. Namun, penghitungan tambahan tersebut berbasis Tempat Pemungutan Suara (TPS) setiap kabupaten/kota. Hal itu perlu dilakukan, karena kemungkinan ada pembulatan.

“Dia harus berbasis TPS, nda boleh dipukul rata. Karena disini ada pembulatan. Misalnya, ada TPS yang tambahannya dari 2.5 persen itu sebanyak 11.4, maka dibulatkan 12 surat suara tambahannya. Harus menghitung juga pembulatannya,”jelas Mardiana.

Olehnya itu, kata Mardiana ada kemungkinan jumlahnya lebih banyak, jika dibandingkan menghitung langsung 2.5 persen dari DPT Pilgub Sulsel. “Kita minta basis per-TPS-nya. Jadi nanti dari situ kita tahu berapa jumlah surat suara yang akan dicetak,”ucapnya.

Ana-panggilan akrab Mardiana ini, lebih jauh menjelaskan bahwa pihaknya memang harus hati-hati. Mengingat, bisa saja berdampak pada kurangnya surat suara nantinya, yang bisa berimbas pada hilangnya hak pilih masyarakat. Sementara, jika terlalu banyak bisa disalahgunakan.
“Sehingga, kita tidak gegabah menetapkan jumlah (kebutuhan) ini. Setelah ada laporan semua, kita rekapitulasilah dan kita buatkan berita acara, baru dibawa ke logistik. Ini loh hasil rumusannya,” tutur Ana. (nug/rif)

Exit mobile version