SEORANG General Manager (GM) di sebuah hotel memang selalu bisa menginspirasi sendiri. Perjuangannya mencapai sukses dari titik bawah selalu memiliki cerita sendiri. Tak terkecuali pula dengan GM Hotel Aston Makassar yang satu ini.
Bernama lengkap Joko Budi Jaya, ia memulai karirnya didunia perhotelan sebagai seorang waitres. Dari seorang waitres, perlahan-lahan karirnya naik hingga kini menjadi seorang GM.
Pria kelahiran Malang, 5 April 1970 ini telah memiliki istri bernama Tris Handayani dan seorang anak. Hobi sehari-harinya banyak. Mulai dari bersepeda, olahraga lari, bermain badminton, sampai berenang. Hobi ini ia selalu jalankan diwaktu luangnya sebagai seorang GM.
Joko mengenyam pendidikannya di Institut Pembangunan Surabaya. Sebelum pada akhirnya melanjutkan di Sekolah Tinggi Ekonomi Pelita Buana Makassar. Ia pun ternyata telah mendapat Certified Hotel Administrator AHLEI.
Awal karirnya di dunia perhotelan, Joko memulainya di Surya Hotel Prigen sebagai waiter. Lalu ia menjadi accounting di Shangri-La Hotel Surabaya. Dari Surabaya, Joko terbang ke Makassar untuk menjadi finance manager di Hotel Sedona Makassar.
Ia berpindah lagi, kali ini di Hotel Imperial Aryaduta Karawaci sebagai finance controller. Ternyata kemudian Makassar menariknya kembali hingga ia menjadi Deputy GM di Hotel Aryaduta Makassar. Kembali lagi ke Makassar tidak membuatnya menetap lama. Sehingga Joko harus pindah ke Hotel Blue Sky Balikpapan. Kali ini ia telah dipercaya menjadi GM di hotel tersebut.
Makassar sepertinya menjadi kota yang pas buat Joko. Makanya, ia kembali pindah di Hotel Aston Makassar sebagai GM hingga saat ini. Perjalanannya menjadi GM tidak susah, tetapi juga tidak gampang.
”Asal mau bersabar dan terus belajar, kita pasti bisa,” katanya berfilsafat.
Ia juga berbagi tips untuk menjadi GM yang baik pada sebuah hotel. Utamanya dalam menjaga komunikasi dengan semua unsur dari sebuah bisnis perhotelan. ”Membangun komunikasi yang kuat antara pemilik, staf, HOD, excom, guest dan corporate di hotel sangat penting. Bisnis hotel itu bisnis berulang, tamu harus datang berulang,” jelasnya.
Selain itu, menjadi GM hotel harus mau memperbaharui pengetahuannya. Harus mau untuk mencari tahu. Dan juga harus memiliki insting perencanaan financial dan marketing.
”Feeling accounting dan marketing harus jalan. Kita harus ikutan marketing, chef, accounting kerja. Supaya tahu mengumpulkan data seperti apa,” tutup Budi. (nug/mir/b)
Joko Budi Jaya, GM Hotel Aston Makassar ”Asal Mau Belajar dan Terus Bersabar”
