Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov Jamin Ketersediaan Daging dan Telur

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjamin ketersediaan daging ayam dan telur selama bulan suci Ramadan. Sulsel memiliki stok melimpah lantaran berstatus daerah produsen.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Azis, mengungkapkan, secara umum ketersediaan daging ayam dan telur di daerahnya memang cukup banyak. Bukan hanya dijamin aman selama Ramadan, tapi juga untuk enam bulan mendatang.
“Ketersediaan daging ayam dan telur di Sulsel sangat aman, bahkan stoknya ada hingga enam bulan ke depan. Jadi selama bulan suci Ramadan, masyarakat tidak perlu khawatir soal stok daging ayam dan telur,” kata Abdul Azis, akhir pekan lalu.
Berdasarkan data ketersediaan antara bulan April sampai September dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel , stok daging sapi dan kerbau mencapai 225 ribu ekor (15,5 ribu ton) sementara kebutuhan diperkirakan 147 ribu ekor atau surplus 78 ribu ekor.
Hal yang sama juga terjadi pada daging ayam, stok mencapai 95 juta ekor (85 ribu ton) dengan kebutuhan 79 juta ekor atau surplus 16 juta ekor. Serta telur ayam ketersediaan 1,77 miliar butir dengan kebutuhan 1,07 miliar butir atau surplus 700 juta butir.
Disinggung harga daging ayam yang sedikit mengalami kenaikan, Abdul Azis menyampaikan bahwa itu terjadi karena banyaknya permintaan dari masyarakat. Kebutuhan daging ayam dan telur cenderung meningkat pada awal bulan suci Ramadan dan diprediksi secara perlahan kembali normal.
Kata Abdul Azis, masyarakat juga terkadang menyiapkan stok daging ayam maupun telur, sehingga harganya mengalami peningkatan, namun setelah satu minggu kedepan diyakini akan turun lagi.
“Daging ayam dominan berasal dari Kabupaten Maros, Gowa dan Takalar. Sedangkan telur dominan dari Kabupaten Sidrap, Pinrang serta daerah lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Hidayat yang datang membeli telur di Pasar Toddopuli mengaku bersyukur karena harga telur mulai turun. Kemarin, ia membeli telur delapan rak dengan harga satu rak Rp40.000 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp45.000 per rak. (rhm)

Exit mobile version