Site icon Berita Kota Makassar

Unggulan SSI dan CSIS Sangat Berbeda

MAKASSAR, BKM–Dua lembaga survei yang memotret elektoral empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Sulsel masing-masing Script Survei Indonesia (SSI) dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) telah memberikan gambaran hasil yang sangat berbeda.
SSI menempatkan elektoral pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) dengan 33,78 persen, disusul pasangan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dengan 26,34 persen, kemudian pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dengan 19,51 persen dan terakhir pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) dengan 5,61 persen.
Sementara CSIS yang hanya berselang sepekan lebih dulu dari SSI menempatkan pasangan NH-Aziz dengan elektabilitas 30,6 persen, disusul pasangan NA-ASS dengan 21,2 persen, pasangan IYL-Cakka 20,7 persen serta pasangan Agus-TBL 9,9 persen.
Lantas lembaga mana yang layak dipercaya, sebab SSI menempatkan NA-ASS jauh diatas tiga rivalnya, demikian pula CSIS yang menempatkan NH-Aziz jauh diatas tiga rivalnya. Dalam sepakan, publik disuguhi hasil survei yang sangat berbeda.

Juru bicara pasangan nomor dua Agus-TBL, Andry Arief Bulu angkat bicara.
Menurutnya, beredarnya hasil survei beberapa hari ini merupakan hal yang sangat biasa. Alasannya, karena hasilnya juga beda-beda.
“Mereka saling klaim, silih berganti. Tiap tim mengklaim kandidatnya memperoleh hasil survei tertinggi. Padahal daerah dan populasi surveinya tetap, ditambah surveiyornya merupakan anggota tim pemenangannya sendiri,” jelas Andry, Minggu (20/5).

Andry menilai, jika itu mengindikasikan suatu kepanikan, dan ketidakpercayaan diri lagi. “Mungkin karena sudah stagnan dan hasil survei sebenarnya malah turun,” seru Andry.
Bagi tim Agus-TBL tidak akan terpengaruh pada hasil survei yang dirilis kandidat lain. “Kami punya tim riset sendiri, yang bekerja secara profesional, dan kredibel, serta hasilnya akan kita lihat pada 27 juni mendatang,” pungkas Andry.
Sebelumnya, pengamat politik dari Unhas Andi Haris menjelaskan, pada umumnya, kandidat menjadikan lembaga survei untuk meningkatkan citranya di masyarakat. Bahkan, terkadang ada beberapa lembaga survei yang berafiliasi pada kandidat tertentu untuk menciptakan opini-opini di masyarakat. “Terus terang saya tidak terlalu percaya dengan survei-survei seperti itu. Pengalaman dari Jakarta, salah satu lembaga survei itu masuk papan atas, ada salah satu pertanyaan yang seakan-akan mengarahkan kita ke salah satu calon tertentu. Itu sangat tidak obyektif, soal survei naik atau tidak saya rasa masyarakat sudah tidak terlalu yakin dengan itu. Karena orang bisa saja mengatakan hal itu bisa saja pesanan,” kata Andi Haris.
Juru bicara pasangan NH-Aziz Muhammad Risman Pasigai mengemukakan bahwa kalau membaca trend maka bisa diperediksi bahwa hasil dari berbagai lembaga survei NH-Aziz mengalami kenaikan trend yang sangat positif. “Apalagi data CSIS menunjukkan hasil yang sama bahwa trend positif NH mengalami kenaikan yang baik,”ujar Risman. (rif)

Exit mobile version