Site icon Berita Kota Makassar

Didesak Tutup Bawakaraeng, Adnan Ajak Pencinta Alam Diskusi

GOWA, BKM — Forum Intelektual Selatan Sulawesi (FISS) mendesak Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan untuk menutup gunung Bawakaraeng dari aktivitas pendakian.

Desakan itu berawal dari kondisi memprihatinkannya gunung Bawakaraeng yang kini mulai kotor oleh sampah sisa barang bawaan para pendaki.

Karena kondisi itulah sehingga Andi Rewo selaku Koordinator FISS pun mengajak Pemkab Gowa untuk mendiskusikan masalah tersebut dan berharap ada solusinya.

Menanggapi keluhan pihak FISS tersebut Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan pun menyarankan agar masalah gunung Bawakaraeng kembali diseminarkan, dan mengajak seluruh stakeholder melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya terkait perencanaan dari pemerintah untuk penutupan Gunung Bawakareng, melihat keadaanya saat ini sudah sangat memperihatinkan.

Senin (21/5/2018) di Baruga Karaeng Pattingaloang, persoalan Bawakaraeng inipun disatumejakan Pemkab Gowa, Muspida serta dari pihak FISS.

Dihadapan perwakilan FISS itu, Bupati Adnan mengatakan, ketika akan mengambil sebuah kebijakan, maka harus didasari dengan sebuah landasan.

“Landasan dalam hal ini adalah regulasi, harus ada regulasinya karena selama saya menjadi bupati di Gowa, belum ada regulasi yang mengatur tentang gunung Bawakaraeng, sehingga Pemkab Gowa tidak bisa mengambil sebuah  kebijakan tanpa ada landasan hukum yang jelas,” ujar Bupati Adnan.

Sehingga Bupati Adnan mengarahkan untuk dikaji kembali, apakah dibutuhkan peraturan daerah atau hanya peraturan bupati.

Terkait dijadikannya Gunung Bawakaraeng sebagai Heritage, maka bupati mengatakan sangat mendukung.

Bupati akui sejarah gunung Bawakaraeng yang dijelaskan oleh pemerhati gunung Bawakaraeng bernama Navy James, baru diketahui hingga ke akar-akarnya. Sebelumnya, bupati hanya mengetahui hanya garis besarnya saja.

Tak hanya itu, Bupati Adnan mengatakan, dengan melihat kerusakan-kerusakan yang mencapai 55 persen dan mengharuskan pihaknya untuk menutup gunung Bawakaraeng, maka tentunya  harus disertai dengan regulasi.

“Kalau tidak diantisipasi dari sekarang, maka kerusakannya semakin besar, itulah yang tidak kami inginkan. Nanti akan kita kaji, kalau memang mengharuskan Bawakaraeng ditutup, ya akan kita tutup berapa lama pun itu,” tandas bupati.

Meskipun nantinya akan ada pro dan kontra dari kebijakan tersebut, bupati mengatakan pihaknya lebih melihat dari azas manfaat kebijakan tersebut.

“Apakah azas manfaatnya jauh lebih besar, jika azas manfaat lebih besar sekalipun ada yang kontra tidak masalah, yang kontra itukan biasanya orang yang mau mendaki tapi sudah tidak bisa, tapi panggillah mereka untuk diskusi, agar mereka tahu separah apa kerusakan Bawakaraeng saat ini,” tambah Adnan.  (saribulan)

Exit mobile version