MAKASSAR, BKM– Dari tahun ke tahun aksi balapan liar yang dilakukan remaja di sejumlah ruas jalan termasuk Jalan Bandang-Veteran Makassar selalu menimbulkan keresahan masyarakat sekitar. Tidak hanya balapan liar, aksi remaja yang menodong marak di jalan-jalan usai salat tarawih.
Menyikapi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar minta pengamanan satpol PP dan kepolisian di sejumlah tempat ibadah diperketat. Tidak hanya pengamanan, bahkan Dewan minta motor-motor remaja dirazia.Hal ini untuk menghindari jika ada senjata tajam dan hal-hal yang berbahaya yang ia bawah untuk tawuran.
Menurut legislator Fraksi Demokrat Makassar, Basdir mengatakan,setiap tahun ulah para remaja yang berada di daerah Jalan Bandang terusan Veteran menjadi tempat balapan liar. Remaja sebelum dan sesudah salat tarawih melakukan aksinya. Sehingga ia meminta penegak hukum termasuk Satpol PP turun bertindak merazia motor-motor mereka.
“Balapan liar masih terus terjadi di ruas jalan tersebut. Suara knalpot yang nyaring mengganggu masyarakat beristerahat. Saya minta motor, helm, dan knalpot disita agar tidak lagi ugal-ugalan,” ungkapnya saat di DPRD Makassar, Rabu (23/5).
Hanya saja, Basdir meminta pihak Satpol PP dan kepolisian perlu menindaki aksi remaja ini tidak dalam bentuk kekerasan, melainkan bentuk pembinaan. Patroli di tempat ibadah perlu juga dilakukan, jika ada pelanggaran jangan segan untuk ditindaki.
“Namanya pelanggaran yah harus ditindak, apalagi mereka itu sudah tidak punya SIM, tidak pakai helm terus suara knalpot mengganggu. Tidak mesti dengan kekerasan untuk mengajari mereka tapi pembinaan saja itu sudah cukup, jika dikemudian hari kembali berulah, nah itu lain hal,” ujarnya.
Legislator Fraksi Golkar Makassar, Wahab Tahir ini juga meminta polisi untuk maksimal menggelar patroli di jalur-jalur lainnya yang bisa digunakan aksi balapan. Motor yang tertangkap diamankan hingga usai lebaran.
Menyikapi hal itu, Kepala Satpol PP Makassar, Iman Hud membeberkan, selama bulan ramadan ia telah menurunkan porsenilnya sebanyak 150 orang. Tugas dari satuan yang diturunkan untuk mengawasi kemananan dan ketertiban masyarakat selama bulan penuh.
“Mereka ini sudah turun semenjak sebelum dan setelah lebaran nanti, mulai dari malam saat memasuki waktu isya hingga pukul 02.00 wita dini hari. Ini sifatnya patroli bukan cuman mengawasi aksi teror, bom tapi juga hingga balapan liar yang selalu kita tindaki setiap malam,” jelasnya. (ita)
Dewan Resah Aksi Balapan Liar
