Site icon Berita Kota Makassar

DLH Turunkan 60 Personel Tebang Pohon di Petta Rani

MAKASSAR, BKM– Pohon-pohon rimbun yang berdiri di sepanjang median di Jalan AP Petta Rani sebagian sudah ditebang. Penebangan pohon jenis angsana, trembesi, dan glodokan dilakukan untuk kelancaran pembangunan tol layang tol dalam kota.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Makassar, Bahar Cambolong mengatakan, sebanyak 922 jenis pohon kayu rimbun di median Jalan AP Petta Rani dalam waktu dekat habis dipangkas mulai dari yang berukuran besar hingga ukuran kecil. Penebangan mulai dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar sejak Minggu, (20/5) lalu.
Penebangan pohon dilakukan dengan menurunkan 14 unit armada pengangkut bangkai pohon. Truk-truk yang ada membawa bangkai pohon di TPA Tamangapa dan di lahan kosong milik warga yang ingin memanfaatkan bangkai-bangkai pohon. Untuk personel, DLH Kota Makassar menerjunkan 60 anggota dengan peralatan lengkap.
“Demi kenyamanan pengendara yang melintas di Jalan AP Pettarani kami di DLH Kota Makassar sengaja turun melakukan penebangan malam hari mulai pukul 22:00 hingga 05:00 selesai sahur. Sudah empat malam kami DLH Kota Makassar turun melakukan pemangkasan dan kami upayakan penebangan pohon rampung satu minggu lagi,” ujar Barcam, Rabu (23/5).
Menurut Barcam, jenis pohon yang banyak tertanam di sepanjang median Jalan AP Pettarani yaitu jenis pohon trembesi dengan jumlah sebanyak 186 pohon, angsana 297 pohon, glodokan 336 pohon, tanjung 42 pohon, mahoni 7 pohon, johar 19 pohon, tabebuiya 5 pohon, ketapang lokal 2 pohon, sengon 7 pohon, kamboja 1 pohon, akasia 2 pohon, palem putri 1 pohon, saga 16 pohon dan beringin lokal 1 pohon.
Berdasarkan dengan komitmen antara Pemerintah Kota Makassar dengan pelaksana pembangunan, PT Bosowa Marga Nusantara, satu pohon ditebang diganti dengan lima pohon dengan pohon Lontara, tabebuiya, karet kuning, pulae pelangi, sepatu dea dan mangorve yang akan ditanam di wilayah pesisir kota.
“Sengaja pohon trembesi kita tidak minta karena jenis trembesi selain ukurannya terlalu besar, juga rapuh dan tentu membahayakan masyarakat. Jenis pohon kami akan tanam di wilayah lain. Di Jalan AP Pettarani nanti jika jembatan sudah rampung tetap ada taman-taman di sepanjang Jalan AP Pettarani di bawah jembatan. Di taman nantinya ditanam bunga hias seperti kembang kertas. Kalau pohon pelindung sudah tidak ada lagi,” terangnya.
Ditanya soal nasib jembatan penyebrangan yang berada di Jalan AP Pettarani, Barcam menyebut bukan tugas DLH Kota Makassar. Melainkan tugas dari Dinas PU Kota Makassar atau balai di Provinsi Sulawesi Selatan. (arf)

Exit mobile version