Site icon Berita Kota Makassar

PLN Padamkan Lampu di Pasangkayu Tiga Kali Sehari

PASANGKAYU, BKM — Sejak memasuki bulan suci Ramadan, masyarakat Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulbar, diresahkan pemadaman listrik tiga kali sehari. Sehingga banyak warga, mengungkapkan kekesalannya melalui media sosial (Medsos).
Postingan kekecewaan kepada PLN ini sempat menjadi viral di Medsos. Bahkan, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu sempat adu mulut dengan pegawai PLN Ranting Pasangkayu, akibat pemadaman listrik saat warga tengah melaksanakan buka puasa.
Salah satu akun facebook dengan tulisan, bukan hanya pasien yang harus minum obat tiga kali sehari, sekarang toh PLN Pasangkayu juga mulai sakit. Pemadaman listrik sedikitnya dua kali dalam enam jam tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tulis akun facebook Wahyuddin Samad.
Tak hanya warga yang kesal dengan pemadaman sepihak yang dilakukan pihak PLN Ranting Pasangkayu. Salah seorang anggota DPRD Pasangkayu, Ikram Ibrahim, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) geram dan langsung mendatangi kantor PLN. Sehingga mereka terlibat ketegangan dengan pegawai PLN.
Adu mulut antara anggota DPRD dan pegawai PLN terjadi akibat penjelasan salah satu pegawai PLN yang mengaku tak mengetahui pasti kapan pemadaman terjadi. Adu mulut keduanya menjadi tontonan sejumlah pegawai PLN yang ada di tempat tersebut. Beruntung kedua belah pihak dapat menahan diri, sehingga tidak terjadi adu jotos.
Ikram Ibarahim menjelaskan, pihak PLN lucu. Dimana pemadaman sudah berkali-kali terjadi dan bahkan terjadi saat warga tengah berbuka puasa dan makan sahur. Namun pihak PLN tidak ada alasan kenapa terjadi pemadaman.
”Lucu, pemadaman sudah berkali-kali terjadi dan bahkan terjadi saat warga tengah berbuka puasa dan makan sahur, namun pihak PLN tidak ada alasan kenapa terjadi pemadaman. Sementara pemadaman diwaktu berbuka puasa atau makan sahur ini sangat sering terjadi dan mengganggu warga,” tegas Ikram.
Sementara Reinaldi, Kepala Supervisior Transaksi Energi PLN Pasangkayu, mengatakan, pihaknya akan mengecek kembali kendala pemadaman seperti apa ke bagian teknik.
”Kami akan cek kempali kendala pemadaman seperti apa ke bagian teknik. Namun untuk pemadaman tidak ada jadual jam-jam tertentu. Kecuali memang emergency, pasti dilakukan pemadaman untuk menghindari kerusakan yang lebih parah,” tutup Reinaldi. (ala/mir/c)

Exit mobile version