MAKASSAR, BKM — Berita kedaluwarsa soal korupsi yang diungkit-ungkit rival politik terus menyerang Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH). Diduga kuat, “kampanye hitam” itu sengaja digulirkan untuk menggerus elektabilitas NH yang sedang menanjak.
Seperti diberitakan, tingkat keterpilihan (elektabilitas) masyarakat terhadap NH dan Aziz Qahhar Mudzakkar jelang hari H Pilgub Sulsel telah melampaui tiga pasangan calon yang juga ikut bertarung. Jelas, ini menggembirakan bagi kubu NH-Aziz sekaligus mengkhawatirkan kubu lawan.
Menanggapi serangan kampanye hitam, Nurdin Halid (NH) mengatakan bahwa dirinya sangat memahami kegelisahan publik tentang maraknya isu korupsi yang menyerangnya menjelang hari pemilihan. Walau begitu, NH meminta publik tidak cemas.
Bila pada akhirnya terpilih, NH menegaskan bahwa targetnya soal pelayanan publik tidak akan muluk-muluk.
“Ketika terpilih, maka pemerintahan yang kami bangun tidak akan pernah mentolerir dan mangut pada perbuatan yang koruptif, termasuk tidak akan pernah mensupport keluarga dekat untuk menempati jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” tegas NH, Jumat (25/5) malam.
Soal tudingan segelintir orang tentang korupsi, NH menjawab bahwa itu cuma wacananya orang-orang jelang perhelatan politik. Ia pun memaklumi itu sebagai bagian dari dinamika bagi orang yang memiliki kesempatan memenangkan pertarungan.
“Kita bisa maklumi itu. Karena kita berpeluang menang, jadi semakin kencang pula ujiannya,” tutur NH menambahkan.
NH menjelaskan bahwa korupsi merupakan delik hukum. Jika orang dituduh, berarti ada putusan pengadilan yang secara tegas menyebutkan.
“Ini ujian hidup yang saya jalani sebagai lelaki Bugis, dan putusan menyatakan tudingan itu (korupsi) secara hukum tidak terbukti.” ujarnya.
“Membangun kehidupan yang lebih baik tentu tidaklah selalu berjalan mulus, tetapi apapun risikonya maka moyang Bugis mengajarkan, ‘Ketika lutut telah tersentuh ke tanah, maka pantang lelaki Bugis berpikir mundur’. Inilah hidup yang ibaratnya laut, maka pelaut ulung memang tidaklah lahir di laut tenang,” sambung NH.
Politisi senior Partai Golkar ini berterima kasih kepada warga yang memiliki wacana senyawa dengan visi NH-Aziz yang berupaya membangun Sulsel tanpa sikap koruptif.
“Itu dimulai dari diri dan keluarga. Supaya kita menjadi teladan bagi lingkungan yang lebih besar. Itulah salah satu konsep Sulawesi Selatan Baru,” demikian NH. (**)
