GOWA, BKM — Pemkab Gowa melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) menggelontorkan program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Program pusat yang dicanangkan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini menjadi program wajib yang diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Di Kabupaten Gowa, program Puspaga ini sudah diterapkan dan kepengurusannya dibentuk sejak tahun 2017 dan kini sudah berjalan satu tahun.
Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham kepada Beritakota Makassar, Jumat (25/5/2018) mengatakan, Puspaga adalah satu wadah pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan oleh tenaga profesi melalui peningkatan kapasitas orangtua/keluarga atau orang yang bertanggung jawab terhadap anak.
“Sasaran program ini adalah orangtua dimana perannya menjalankan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak sehingga tercipta kebutuhan kasih sayang kelekatan, keselamatan dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan demi kepentingan terbaik anak, termasuk perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran,” jelas Kawaidah.
Dikatakannya, ada lima prinsip yang mengatur operasional program tersebut yakni pertama yakni non diskriminasi, kedua yaitu kepentingan terbaik bagi anak dan keluarga, ketiga yakni hak hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan, keempat adalah menghargai pandangan anak, dan kelima yakni layanan tersebut mudah diakses dan cepat dalam mendapatkan pelajaran, pendidikan, konseling dan solusi keluarga sejahtera.
Terpisah, Ketua Puspaga Kabupaten Gowa, dr Gaffar menjelaskan, saat ini Puspaga di Gowa baru dalam tahap sosialisasi ke masyarakat dan tapi sudah ada beberapa kegiatan yang telah dijalankan, salah satunya adalah melakukan kerjasama dengan Puskesmas Pallangga yang dimulai tahun 2018 ini.
“Maksud dari Puspaga ini adalah dilakukan pendampingan dan penanganan baik itu konseling dan parenting lalu dilanjutkan pemeriksaan kesehatan jika ada keluarga yang lagi bermasalah. Jadi fungsinya memang untuk pembelajaran bagi keluarga mulai dari yang mau menikah sampai lansia,” jelas dr Gaffar yang juga Kepala Puskesmas Pallangga ini.
Kerjasama yang dilakukan Puspaga dengan Puskesmas Pallangga katanya merupakan salah satu bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Kabupaten Gowa.
“Jadi dalam program ini kita mulai pembinaan diawal yakni sebelum menikah (bagi warga calon pengantin). Kemudian dilakukan screening kesehatan dengan program Lionti Catin (lembaga informasi calon pengantin) atau edukasi kehidupan rumahtangga yang dilakukan oleh KUA Pallangga bersama Puskesmas. Dan ini ada MoU-nya. Kemarin lalu Komisi IX DPR RI dengan jajaran Kemenkes sudah meninjau pelaksanaan,” jelas dr Gaffar.
Selain bekerjasama dengan Puskesmas Pallangga, tambah dr Gaffar, Puspaga juga bekerjasama dengan Pashmina Nasyiatul Aisyiyah dalam pembinaan kesehatan remaja yang dilakukan pada Maret lalu di MTs Muhammadyah Lempangan Limbung, Kecamatan Bajeng.
Saat ini program yang dikembangkan Puspaga dengan Pemerintah Kecamatan Pallangga antara lain Ommale 1000 Hari Pertama Kehidupan (Optimalisasi Masyarakat Layak Anak) yang bersinergi dengan program Dialog Hati yang merupakan program buatan Pemerintah Kecamatan Pallangga.
“Jadi program Ommale ini mensosialisasi pentingnya 1000 hari pertama kehidupan dengan mengawal kehidupan pertama sejak anak-anak sampai tumbuh dewasa dan menjadi calon pengantin sehingga mereka bisa unggul saat menjadi satu keluarga,” jelasnya lagi. (saribulan)
