SIDRAP, BKM — Luapan Danau Sidenreng dan Danau Tempe Kabupaten Wajo membuat warga di Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang mulai waspada.
Tingginya intensitas curah hujan di Sidrap beberapa hari terakhir ini membuat banjir sudah memasuki pemukiman warga di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang.
Hingga kini, dengan ketinggian sudah mencapai 1 hingga 2 meter. Banjir yang terus naik sejak beberapa hari terakhir membuat aktivitas warga terganggu.
Untuk keluar masuk rumah, warga hanya menggunakan perahu dayung, sebagian pula warga memilih tinggal dirumah mereka masing-masing.
Akibat derasnya air yang masuk ke pemukiman warga membuat salah satu jembatan penghubung antara Kabupaten Sidrap-Wajo hampir putus karena tumpukan sampah ditambah adanya rumah persawahan yang hanyut terbawa banjir yang mengenai jembatan penghubung itu.
Melihat curah hujan yang tinggi, warga setempat memperkirahkan air akan naik terus hingga beberapa hari kedepan. Selain kekurangan air bersih, warga juga mulai terserang berbagai penyakit. Akibat banjir itu, pemukiman warga terlihat kumuh karena tumpukan sampah ada dimana-mana.
“Melihat curah hujan yang tinggi saat ini, kami perkirahkan air akan terus naik. Ketinggiannya biasanya mencapai 4 meter dan masuk ke dalam rumah panggung warga,” ujar La Nonci, warga setempat, Minggu, (27/5).
Nadia Pebria, seorang siswi di salah satu Madrasah di Wette’e mengaku banjir membuat aktifitas sangat terganggu.
“Bayangkan saja sejak beberapa hari terakhir kami selalu menununggu perahu untuk pergi ke sekolah. Dan kadang-kadang sih kami terlambat”, jelasnya.
Kepala BPBD Sidrap, Siara Barang melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sidrap, Hasanuddin saat dihubungi menyebutkan bahwa pihaknya sudah turun melakukan pemantauan dilokasi banjir.
“Banjir yang menggenangi pemukiman warga di dua daerah itu terlihat aman-aman saja. Meski begitu kita meminta warga agar selalu waspada mengingat air naik terus,” tandasnya. (ady/C)