Site icon Berita Kota Makassar

Jumras Definitif Kadis Bina Marga

MAKASSAR, BKM — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Jumras, dipastikan menjadi pejabat definitif untuk posisi yang diembannya sekarang.
Informasi terkait kepastian Jumras sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi dikemukakan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono kepada wartawan, Rabu (30/5).
Soni menjelaskan, Jumras akan dilantik sebelum lebaran.
“Kami akan mengukuhkan, melantik Jumras sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi secara definitif, ” ungkapnya.
Alasan Soni memilih Jumras sebagai kepala dinas di lingkup PU itu karena yang bersangkutan dianggap paling layak setelah mengikuti proses seleksi di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Setelah Jumras resmi menjabat Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, otomatis jabatan sebelumnya yang ditinggalkan, yakni Kepala Biro Pembangunan mengalami kekosongan.
Ternyata, untuk persoalan tersebut, Soni sudah mempersiapkan gantinya yakni Sekretaris Bina Marga dan Bina Konstruksi, Nasir Parawansa sebagai pelaksana tugas. Sementara untuk posisi sekretaris yang ditinggalkan Parawansa dipilih Kabag Tata Usaha Biro Pembangunan Sulsel.
“Dari hasil seleksi Baperjakat, Jumras paling memenuhi syarat sebagai kepala dinas,” jelas Soni.
Proses pengisian jabatan tidak berhenti sampai disitu saja. Menurut rencana, usai lebaran, gerbong mutasi lingkup Pemprov kembali akan bergerak.
Soni mengemukakan, pihaknya kembali akan mengisi sejumlah jabatan yang kosong. Termasuk pelantikan pejabat eselon III dan IV. Khusus untuk mengisi posisi Asisten Ekonomi dan Pembangunan yang pejabatnya sudah akan pensiun dalam waktu dekat, bakal dibuka seleksi terbuka atau lelang jabatan.
“Habis lebaran kita akan lihat situasi yang kosong. Karena habis lebaran juga akan ada beberapa yang ksosng,” tutur lelaki yang juga menjabat Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri tersebut.
Lelang jabatan dan pengisian posisi kosong akan memiliki efek domino terhadap jabatan lainnya. Otomatis akan terjadi pergeseran pejabat. Dan hal itu diakui oleh Soni. Namun dia menegaskan jika proses pergeseran pejabat merupakan hal yang lumrah dan biasa terjadi pad organisasi pemerintahan.
“Jelas akan ada efek dominonua. Tapi saya tegaskan ini bukan penataan ulang. Dan saya yakin ini lumrah, ” pungkasnya. (rhm)

Exit mobile version