Site icon Berita Kota Makassar

Tim Pemenangan NH-Aziz Alihkan Dukungan Ke Prof Andalan

MAKASSAR, BKM–Menjelang 24 hari lagi menuju pencoblosan di Pilgub Sulsel, dukungan kepada pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) terus berdatangan.

Pasangan nomor urut 3 ini mendapatkan dukungan dari tim pemenangan Nurdin Halid-Abnd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH -Aziz) Koordinator Daerah Pinrang Syaiful Achmad (40 thn). Syaiful mengatakan, pengalihan dukungan dari NH-Aziz dikarenakan melihat memang figur Prof Andalan yang paling cocok memimpin sulsel.
“Dari track record beliau (Prof Andalan) memang sudah bisa dipastikan kalau beliau yang bisa pimpin sulsel, yakin dan percaya pertumbuhan ekonomi Sulsel akan meningkat drastis,”ungkapnya di Makassar, Minggu (3/6).

Menurutnya, NA merupakan satu-satunya calon Gubernur yang bergelar Professor, dan sudah banyak membuktikan kerja nyatanya merubah Bantaeng yang sekarang bisa di nikmati banyak orang.
“Kalau Prof Andalan yang pimpin kita semua, akan ada banyak daerah yang seperti Bantaeng di Sulsel,” ucap Saiful yang berkeseharian sebagai wiraswasta.

Jika ditelisik kembali, pasangan NA-ASS paling banyak diserang oknum tidak bertanggung jawab dengan Balck Campaign yang bertujuan untuk merusak elektabilitas dan simpati masyarakat tapi yang terjadi malah sebaliknya, banyak masyarakat yang kemudian merasa simpatik kepada Prof Andalan karena terzalimi oleh ambisius lawannya dengan mengalihkan dukungannya, tak terkecuali Saiful Ahmad.
“Saya sangat simpatik kepada Prof Andalan. Betapa tidak, meski diserang bertubi-tubi dengan isu-isu dari berbagai pihak namun Prof tetap sabar dan bijak menyikapi. Hal itulah yang membuat kebanyakan masyarakat termasuk saya sendiri mau mengalihkan dukungan ke Prof Andalan menjadi pemimpin kita di Sulsel,” imbuhnya.

Saiful menambahkan bahwa, masyarakat sekarang sudah sangat paham dan cerdas dalam menghadapi moment politik seperti sekarang ini.
“Kita sudah bisa menilai dan memaknai seperti apa calon pemimpin yang baik bagi sulsel. Jujur, cerdas, bebas dari korupsi sepeserpun dan tidak mementingkan golongannya sendiri tapi khalayak banyak,” tutupnya (rif)

Exit mobile version