Site icon Berita Kota Makassar

27 Grup Marakkan Festival Bedug Gowa

GOWA, BKM – Sedikitnya 27 grup dari empat kabupaten/kota di Sulsel yakni Gowa, Makassar, Maros dan Takalar meramaikan Festival Bedug dan Takbiran tingkat Provinsi Sulsel yang diselenggarakan Pemkab Gowa.

Pelaksanaan festival yang mulai diresmikan, Selasa (5/6/2018) malam hingga Sabtu 8 Juni nanti dibuka Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni. Festival ino lebih semarak karena dirangkaikan dengan lomba Asmaul Husna dan Dai Cilik yang diselenggarakan Pemkab bekerjasama Dekranasda Gowa dan dipusatkan giatnya di halaman gedung Haji Bate.

Kadis Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol selaku ketua panitia festival mengatakan, untuk hadiah juara pertama kategori profesional disiapkan uang sebesar Rp 30 juta dan untuk kategori pemula, juara pertama mendapatkan Rp 20 juta.

“Tujuan diadakannya festival ini bagaimana kita menyemarakkan syiar islam sebagai media untuk melestarikan nilai budaya tradisional, dan religius di Kabupaten Gowa, jadi ini sebagai bentuk apresiasi kita sebagai pemerintah daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel diwakili.Staf Ahli Bidang Kesra, Abdurrahman Salam saat membuka festival menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap bisa sukses sesuai dengan apa yang diinginkan.

“Ini perlu diapresiasi, dan kami sangat berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga bisa sukses sesuai dengan harapan kita,” kata Abdurrahman.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara dalam melestarikan kebudayaan Islam dari generasi ke genarasi berikutnya, salah satunya sebagai syiar Islam yang dilakukan melalui seni bedug.

“Saat ini, generasi muda dihadapkan dengan tantangan globalisasi yang bisa berdampak pada dirinya sendiri, sehingga dibutuhkan syiar Islam, karena agama harus didorong lebih kuat agar generasi bisa menyaring dampak pergaulan, salah satunya melalui festival bedug ini. Bentuk nyata dari khasanah Islam, dapat dijadikan media untuk menjaga kelestarian dan kearifan lokal,” tambahnya.

Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni mengatakan juga mengatakan bahwa tradisi pelaksanaan ini menjadi simbol bagi umat Islam sebagai motivasi disiplin waktu yang dibuktikan dengan pukulan bedug mendahului kumandang azan di setiap waktu shalat.

“Kami senantiasa selalu memberi dukungan dan motivasi bagi umat yang bisa melestarikan nilai nilai senibudaya tradisional religi seperti ini, dengan harapan para generasi muda Islam dapat terus dekat dengan ajaran Islam,” kata Rauf.

Dalam festival ini, 27 grup yang berkompetisi terdiri dari 10 grup kategori profesional dan 17 group kategori pemula.

Turut hadir, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, camat dan lurah se Gowa, dan oimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa. (saribulan)

Exit mobile version