TAKALAR, BKM–Sehari setelah unit layanan pengadaan (ULP) Kabupaten Takalar melalui tim kelompok kerja sembilan mengumumkan tender pemenang proyek peningkatan jalan beton yang menggabungkan beberapa ruas jalan, sejumlah kejanggalan dan konspirasi antara pihak pemenang tender yakni PT Jenifer dan Pokja 9 mulai mencuat.
“Kuat dugaan konspirasi besar telah dilakukan oknum pokja dengan pemenang tender proyek peningkatan jalan beton, dimana pemenang tidak melampirkan SPPT tahun 2017 dan pemenang tender juga tidak memiliki sertifikat badan usaha, ini terlihat dil ink LPJK,” kata Hasrul salah satu rekanan yang ikut tender peningkatan jalan beton, Selasa (5/6). Meski tidak memiliki SPPT, namun pihak Pokja tetap memenangkan PT Jenifer. ”Ada apa dibalik semua ini. Kami minta tender ini didiskualifikasi dan diulang,” tanya Hasrul.
Indikasi adanya konspirasi atas tender proyek, cukup beralasan lantaran ULP. Pemkab Takalar, berkali-kali menunda jadwal pengumuman.
“Pengumuman pemenang tender proyek peningkatan jalan beton, tiga kali ditunda oleh ULP, tanpa ada alasan yang jelas, sehingga wajar ketika kami menduga telah terjadi konspirasi untuk memenangkan pihak tertentu. Kami mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk segera turun tangan melakukan invesitigasi. Dan apabila ada dugaan unsur gratifikasi dalam proyek tersebut, maka KPPU harus mengeluarkan rekomendasi untuk meminta aparat Kepolisian dan Kejaksaan melakukan pengusutan,” tegas Hasrul.
Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, pihak yang memenagkan tender proyek ini, seorang pengusaha tajir dari luar Takalar yang disiyalir memiliki konstribusi, dalam perhelatan Pilkada Takalar, beberapa waktu lalu. (ari irawan)
