MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, merekomendasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di bagian pelayanan publik Pemerintah Kota Makassar untuk tidak cuti lebaran.
Mendekati perayaan Idul Fitri, anggota DPRD Makassar meminta khusus untuk Dinas Perhubungan Kota Makassar tidak diliburkan hingga usai lebaran nanti.
Kurang lebih 500 aparat yang berstatus tenaga honorer maupun aparatur sipil negara (ASN) akan difokuskan untuk bersiaga di sejumlah titik jalan di Makassar yang rawan macet.
Seperti yang dikatakan anggota Komisi C DPRD Makassar, Bidang Pembangunan DPRD Makassar, Fasruddin Rusli. Menurutnya, bulan ramadan ini sumber kemacetan bukan karena peningkatan kendaraan yang terlalu pesat, tapi banyaknya penjual pakaian, makanan hingga pusat perbelanjaan hampir di sepanjang jalan jadi faktor utamanya.
“Bukan hanya kendaraan yang banyak, tapi memang momen banyak masyarakat yang memarkir kendaraannya di bahu jalan hingga menutupi jalan untuk berbelanja dan berbuka puasa. Dishub tidak boleh berhenti pelayananya hingga usai libur lebaran karena kondisi jalan di Makassar sudah macet parah dan amburadul,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (10/6).
Menurutnya, masyarakat banyak yang singgah untuk berbuka. Selain itu, politisi Partai Persatuan Pembangunan itu, mengaku, faktor lain timbulnya kemacetan yang juga tidak terselesaikan karena keberadaan pak ogah yang hampir ada di masing-masing potongan jalan. Mereka dianggap hanya mementingkan pendapatan daripada mengatur arus lalu lintas.
Ia mencontohkan, beberapa jalan seperti Urip Sumahardjo, Pengayoman, Boulevard, Veteran, Perintis Kemerdekaan, Petta Rani, Hertasning, Ahmad Yani, Ratulangi dan Alauddin. “Sebaiknya pemotongan ini harus diawasi dishub agar pak ogah tidak berada disana,” singkatnya.
Sekertaris Komisi C DPRD Makassar, Andi Pahlevi juga menegaskan, seluruh aparat tidak boleh diliburkan, mereka akan difokuskan untuk mengatur arus lalu lintas sebelum dan hingga cuti lebaran.
“Jadi aparat tidak boleh libur, Jika biasanya mereka libur di hari sabtu dan minggu, kali ini mereka tidak akan diliburkan hingga lebaran nanti. Pelayanan harus tetap jalan,” katanya.
Hal tersebut dilakukan, karena jelang lebaran, sejumlah titik jalan di Makassar sangat padat arus lalu lintas, utamanya di pertokoan dan pasar-pasar tradisional. Selain itu, di hari-hari tersebut masyarakat sudah banyak yang mudik lebaran. Terutama dibelokan seperti pertigaan dan perempatan.
“Apalagi kalau sudah buru-buru, tidak ada sistem antre. Semuanya mau cepat, sehingga itu salah satu penyebab macet total,” ujarnya.(ita)
Personel Dishub Dilarang Cuti
